3 Macam Tipikal Hewan Dalam Islam yang Boleh Dibunuh dan Dilarang

thumbnail

Hewan juga makhluk Allah yang harus dijaga dan dipelihara dengan baik. Karena Hewan juga berhak hidup sebagaiman manusia.

Para ulama membagi hewan menjadi tiga bagian;

Pertama, Hewan yang Disuruh Dibunuh
Hewan yang boleh dibunuh adalah Seperti kalajengking, ular, tikus, anjing hitam, dst. Selain binatang ini berbahaya, hewan ini juga mengganggu.

Inilah Moment Bersejarah Ka’bah ditutup, Masjidil Haram Kosong dan Thawaf Terhenti

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

خَمْسٌ مِنَ الدَّوَاب كُلُّهَا فَوَاسِقُ تُقْتَلُ فِى الْحَرَمِ الْغُرَابُ وَالْحِدَأَةُ وَالْكَلْبُ الْعَقُورُ وَالْعَقْرَبُ وَالْفَارَةُ

“Lima hewan yang semuanya jahat (mengganggu), boleh dibunuh walau di tanah suci; burung gagak, burung hering, anjing yang suka melukai, kalajengking dan tikus.” (HR. Muslim 2924).

Kedua, Hewan Penggangu
Hewan yang punya tabiat mengganggu boleh untuk dibunuh. Walaupn syariat  tidak memerintah untuk membunuhnya. Hewan dalam hal ini Seperti binatang buas, nyamuk, semut yang mengganggu, kecoak, tawon yang ganggu atau lalat dll.

Ketiga,Hewan Bukan Penggangu
Hewan yang bukan tipikal hewan penggganggu  tidak boleh dibunuh. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan, ada wanita yang diadzab gara-gara menyiksa kucing. Sebab kucing bukan hewan yang mengganggu atau membahayakan bagi umat manusia.

Ulasan Tuntas dan Dialog Nabi SAW Tentang Kiamat Pada Sekelompok Manusia

Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

عُذِّبَتِ امْرَأَةٌ فِى هِرَّةٍ سَجَنَتْهَا حَتَّى مَاتَتْ ، فَدَخَلَتْ فِيهَا النَّارَ ، لاَ هِىَ أَطْعَمَتْهَا وَلاَ سَقَتْهَا إِذْ حَبَسَتْهَا ، وَلاَ هِىَ تَرَكَتْهَا تَأْكُلُ مِنْ خَشَاشِ الأَرْضِ

“Ada seorang wanita yang diadzab karena seekor kucing. Dia kurung seekor kucing sampai mati, sehingga dia masuk neraka. Dia tidak memberinya makan, tidak pula minum, dan tidak dilepaskan sehingga bisa makan binatang melata tanah.” (HR. Bukhari 2365 dan Muslim 5989).

Kisah Sayangnya Nabi SAW pada Anjing Nampak pada Peristiwa Fathuh Makkah

Namun ketentuan ini bukan hanya pada kucing tapi juga hewan lain seperti yang dijelaskna Hadits ini;

مَا مِنْ إِنْسَانٍ قَتَلَ عُصْفُورًا فَمَا فَوْقَهَا بِغَيْرِ حَقِّهَا، إِلَّا سَأَلَهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَنْهَا

“Jika ada orang membunuh seekor burung atau yang lebih kecil dari itu, tanpa alasan yang benar, maka Allah akan meminta pertanggung jawaban hal itu kepadanya.”

Para sahabat bertanya: “Ya Rasulullah, Apa haknya?”

يَذْبَحُهَا فَيَأْكُلُهَا، وَلَا يَقْطَعُ رَأْسَهَا يَرْمِي بِهَا

“Dia sembelih untuk dimakan, tidak mematahkan lehernya kemudian dibuang.” (HR. Nasai 4349).

Source: islampos.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top