7 Tanda Hidup Seorang Hamba Diridhai Allah SWT

thumbnail

Terdapat beberapa tandas  orang Muslim mendapat keridhaan Allah SWT. Tanda itu dapat kita lihat dalam kehidupan sehari-harinya.

Inilah beberapa tanda dari tujuh tanda Allah SWT ridha terhadap hamba-Nya, antara lain adalah:

Pertama, Mudah Melakukan Peirntah Allah
Orang yang dapat ridha Allah mudah  mengerjakan perkara yang diperintahkan Allah SWT sehingga Allah SWT memudahkannya dalam menerima berbagai bentuk kebaikan.

Kedua, Sabar Dengan Musibah
seorang Muslim jika ditimpa musibah atau malapetaka, maka dia tetap tenang dan bersabar melalui masalah yang dihadapi.

Hal itu sebagaimana Surat Al-Baqarah Ayat 177. Allah SWT berfirman,

لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَٰكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَآتَى الْمَالَ عَلَىٰ حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوا ۖ وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ ۗ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ

Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.

Ketiga, Tenang dan Yakin
Orang yang mendapatkan ridha Allah hati tenang dan yakin pada janji Allah SWT mengenai pertolongan yang diberikan-Nya.

Allah SWT berfirman,

لَقَدْ رَضِيَ اللَّهُ عَنِ الْمُؤْمِنِينَ إِذْ يُبَايِعُونَكَ تَحْتَ الشَّجَرَةِ فَعَلِمَ مَا فِي قُلُوبِهِمْ فَأَنْزَلَ السَّكِينَةَ عَلَيْهِمْ وَأَثَابَهُمْ فَتْحًا قَرِيبًا

“Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya).” (QS. Al-Fath Ayat 18).

Keempat, Tidak Khawatir Dengan Hidup
Hilang rasa khawatir tentang dunia ini. Dia-lah yang menjamin penghidupan bagi hamba-hambanya.

Kelima, Tidak Bosan Dengan Allah
Maksudnya orang yang mendapat ridha Allah ia tidak pernah merasa bosan bersimpuh dan berzikir dan membaca Alquran.

Keenam, Berteman Bersama Orang yang Dekat Allah SWT
Jika seseorang yang dekat dan istiqamah di jalan Allah SWT, maka dia juga bisa dekat dengan Allah SWT.

Ketujuh, Mencari Ilmu
Ia senantiasa berusaha keras mencari ilmu, khususnya pada ilmu syariah.

Sebagaimana riwayat dari Abu al-Darda, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang meniti jalan menuntut ilmu, maka Allah akan mempermudahnya jalan ke surga. Sungguh, para Malaikat merendahkan sayapnya sebagai keridlaan kepada penuntut ilmu. Orang yang berilmu akan dimintakan maaf oleh penduduk langit dan bumi hingga ikan yang ada di dasar laut.

Kelebihan serang alim dibanding ahli ibadah seperti keutamaan rembulan pada malam purnama atas seluruh bintang. Para ulama adalah pewaris para nabi, dan para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, mereka hanyalah mewariskan ilmu. Barangsiapa mengambilnya maka ia telah mengambil bagian yang banyak.”

Hadits tersebut diriwayatkan oleh Al-Albani, dalam Sahih Al-Jami`, dari jalur Abu Al-Dardaa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top