Ajaib! Pemuda Pecandu Narkoba Dan Penebar Maksiat Ini Tiba-Tiba Mati Bersujud

thumbnail

Seorang permuda yang sering melakukan perbuatan maksiat dan dosa. Sangat banyak perbuatan dosa yang telah ia lakukan hingga ia tidak pernah berfikir dua kali untuk melakukannya. Ia pengguna narkoba dan melakukan perbuatan keji lainnya. Bahkan ia pernah memukul kedua orangtuanya.

Ketika ia tidak mungkin bersama dengan keluarganya, mereka
membuatkan satu kamar khusus untuknya di lantai atas, ia hidup sendirian.

Pada suatu hari, empat orang keluarga yang shaleh sepakat ingin menemuinya, mcreka ingin memberikan nasihat kepadanya. Mereka naik ke kamarnya, mereka dapati ia sedang mabuk kehilangan akal. Mereka duduk bersamanya, mereka berusaha untuk berbicara dengannya, akan tetapi ia tidak merasakan kehadiran mereka. Mereka duduk bersamanya hingga ia sadar. Kemudian mereka mengingatkannya akan rahmat Allah, surga dan neraka. Tiba-tiba ia menangis, ia berkata, “Demi Allah, saya tidak pernah mendengar ucapan seperti ini sebelumnya. Saya ingin ikut bersama kamu.”

Mereka pergi membawanya. Mereka pergi ke luar kota tempat ia tinggal. Mereka berhenti di sebuah masjid. Pemuda itu bersama-sama dengan mereka. Ia menyatakan taubatnya. Akan tetapi ia tetap merasakan akibat narkoba hingga pada waktu malam ia menjerit, “Ikatlah saya dengan tali. Saya khawatir saya akan keluar menjadi narkoba.”

Mereka berkata kepadanya, “Mari kita bawa ia ke rumah sakit.”
Ja menjawab, “Jangan, ikatlah saya.” Mereka mengikatnya dengan ikatan yang kuat. Meskipun demikian ia tetap bisa melepaskan diri dari ikatan tersebut. la duduk menangis di
samping mereka karena sakit yang ia rasakan.

Peristiwa seperti itu berlangsung selama lima belas hari lamanya. la merasakan sakitnya melepaskan diri dari narkoba. Akan tetapi ia benar-benar bertaubat. Kami merasa demikian, kami tidak ingin menyatakan bahwa ia telah suci. Setelah lima belas hari lamanya, Allah melepaskan dirinya dari akibat narkoba.

Mereka membawanya ke rumah sakit. Ketika dokter memeriksanva dokter berkata, “Tidak mungkin ia seorang pengguna narkoba.”

Tiga bulan lamanya ia meninggalkan keluarganya. Mereka tidak
pernah menanyakan keadaannya, karena mereka telah berputus asa. Mercka menyangka ia telah ditangkap polisi atau telah mati karena kecelakaan, agar mereka bisa beristirahat tenang dari sikapnya.

Setelah tiga bulan lamanya, ia kembali kepada keluarganya. la
mengetuk pintu rumahnya, ibunya membukakan pintu untuk melihat anaknya yang telah menghilang selama tiga bulan. Ia lihat wajah anaknya telah berubah, bobot tubuhnya bertambah, ia semakin baik dan sopan. la datang untuk menghadap, memcluk dan mencium ibunya. Ia meminta maaf ibunya berkata, “Aku telah memaafkanmu wahai anakku.”

Ia berkata, “Wahai ibu, aku ingin makan masakanmu.”
Ibunya pun membuatkan makanan. Ia melaksanakan shalat, ia
bertakbir, membaca ayat, kemudian ruku’, lalu ia bersujud. Ibunya datang membawa makanan untuk melihat anaknya. Ia dapati anaknya sedang bersujud Ia menangis karena gembira anaknya telah mendapatkan hidayah Akan tetapi anaknya bersujud sangat lama. Ibunya memanggil, akan tetapi
ia tetap tidak menyahut. Ibunya menggerakkan tubuhnya, ternyata ia telah wafat dalam keadaan bersujud.

Para tetangga masuk ke rumah. Para keluarga masuk untuk melihatnya yang dulu sangat jahat. Sekarang ia wafat dalam keadaan sujud.

Mereka memeriksa kantongnya, mereka mengeluarkan kertas, di kertas itu ada wasiat. Tahukah Anda apa pesannya? Wasiat itu adalah, “Jika ia meninggal dunia, ibunyalah yang menyiapkan kain kafannya, yang membawa jenazahnya adalah para pemuda yang ia kenal sebelum ia bertaubat agar mereka bertaubat kepada Allah dan yang menguburkannya adlah ayahnya.

disadur dari buku Semua Ada Saatnya karangan Syaikh Mahmud Al-Mishri Penerjemah Ust Abdus Somad.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top