Berbuat Maksiat Atau Pahala, Termasuk Takdir Apa Bukan?

thumbnail

Benarkah Maksiat Itu Termasuk Takdir?

..”Untuk apa bersusah payah menghindari bencana termasuk maksiat, toh itu merupakan takdir yang telah ditetapkan Tuhan!”

Mungkin kita pernah mendengar kalimat itu atau bahkan pernah mempertanyakannya sendiri dalam hati. Namun benarkah ungkapan tersebut?

Takdir merupakan ketetapan Allah yang telah dibuat 50.000 tahun sebelum penciptaan alam semesta. Manusia seringkali mempertanyakan dan memperdebatkan perihal takdir yang terkadang berujung pada pemahaman yang menyimpang. Sejatinya, bicara perihal takdir berarti ia mencampur adukkan ilmu Allah SWT karena kita sebagai makhluk-Nya tidak akan pernah bisa menjangkaunya.

3 Perkara Ini Dapat Menyempurnakan Iman Seorang Hamba

Dulu, para sahabat Rasulullah tidak pernah mempersoalkan apakah yang dilakukannya termasuk takdir atau tidak. Namun mereka senantiasa mengimani dan menjalaninya.
Allah SWT berfirman dalam Q.S al-Qamar;49 yang artinya “Sesungguhnya Kami menciptakan sesuatu menurut ukuran.” Allah telah menakar sedemikian rupa dengan ilmu yang mencakup segalanya. Bila Dia berkehendak maka terjadilah sesuai kehendak-Nya. Segala sesuatu tak luput dari ilmu luas-Nya.

Takdir Allah dan kehendak manusia merupakan dua hal yang tak pernah bisa dipadukan. Karena hakikat Allah dan hakikat manusia adalah dua wilayah yang tak bisa digabungkan.

Dalam kehidupan, Allah memberikan pilihan juga memberikan kemudahan atas takdir-Nya. Sehingga manusia mempunyai pilihan antara melakukan hal baik atau sebaliknya. Dari situlah Allah memberikan balasan dari setiap hal yang makhluk-Nya kerjakan. Dengan amal shaleh, Dia akan membalasnya dengan pahala dan dengan amal buruk, Dia akan membalasnya dengan dosa. Bukankah Tuhan memang Mahal Adil?

Seperti Inilah Pemimpin Berhati Setan Yang Digambarkan Hadist

Ungkapan di atas bahwa maksiat adalah ketetapan merupakan hal yang jelas keliru. Ungkapan tersebut telah mencampur adukkan antara zat Allah dan tindakan manusia. Karena pada hakikatnya, maksiat merupakan pilihan manusia sendiri dan akan menerima konsekuensinya.

Allah juga berfirman dalam Q.S an-Nisa’;79 yang artinya “Kebajikan apa pun yang kamu peroleh adalah dari sisi Allah dan keburukan apa yang menimpamu, itu dari (kesalahan) dirimu sendiri.” Dengan demikian, tak sepantasnya kita sebagai makhluk mempertanyakan sesuatu di luar kendali kita. Sepantasnya kita bertanya-tanya, sudahkah kita menghisab diri sebelum Tuhan sendiri yang menghisabnya?

islampos.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top