Bukan Hanya Islam, Agama Yahudi, Kristen Bahkan Orang Yunani Mengecam Keras Riba

thumbnail

Riba secara bahasa bermakna: ziyadah (tambahan). Adapun menurut istilah adalah pengambilan tambahan dari harta pokok atau modal secara batil. Jadi dapat disimpulkan bahwa riba adalah pengambilan tambahan, baik dalam transaksi jual beli maupun pinjam meminjam secara batil.

1. Dalam perspektif Islam
Menurut imam Sarakhsi, riba adalah tambahan yang disyaratkan dalam transaksi bisnis tanpa adanya iwadh (atau padanan) yang dibenarkan syariah atas penambahan tersebut.

Penelitian Ilmiah Ungkap Rahasia Dibalik Nabi Makan Daging

Dalam Al-Qur’an Allahh menjelaskan:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلَّا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ ۚ وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil…” (an-Nisaa’: 29)

2. Dalam perspektif Yahudi
Yahudi melarang kaumnya untuk mempraktekkan riba. Pelarangan ini banyak terdapat dalam kitab suci mereka, baik dalam Old Testament (Perjanjian Lama) maupun undang-undang Talmud.

Peristiwa Aneh dan Mengejutkan Terjadi Saat Lahirnya Nabi Muhammad SAW

Dalam kitab Deuteronomy (Ulangan) pasal 23 ayat 19 dijelaskan, “Janganlah engkau membungakan kepada saudaramu , baik uang maupun bahan makanan, atau apapun yang dapat dibungakan.”

3. Dalam perspektif Yunani dan Romawi
Para ahli filsafat Yunani dan Romawi menganggap bahwa bunga adalah sesuatu yanng hina dan keji.

Menurut ahli filsafat Yunani terkemuka, Plato (427-347 SM) dan Aristoteles (384-322 SM) bunga (riba) menyebabkan perpecahan dan perasaan tidak puas dalam masyarakat dan bunga merupakan alat golongan kaya untuk mengeksploitasi golongan miskin.

Saat Abu Hurairah Menjaga Gandum Zakat, 3x Dicuri Setan yang Menjelma Manusia

4. Dalam perspektif Kristen
Kristen juga melarang melakukan riba. Dalam sebuah ayat yang terdapat dalam Lukas 6:34-35 mengecam praktik pengammbilan bunga.

“Dan, jikalau kamu meminjamkan sesuatu kepada orang karena kamu berharap akan menerima sesuatu darinya, apakah jasamu? Orang-orang berdosa pun meminjamkan kepada orang berdosa supaya mereka menerima kembali sama banyak. Tetapi kamu, kasihilah musuhmu berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak tuhan yang maha tinggisebab ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat.”

Source:Bank Syariah dari Teori ke Praktik, Karngan Syafii Antonio.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top