Corak-Morak Toleransi Kebablasan Pada Film The Santri

thumbnail

islamasyik.com

“Islam Itu Asyik Tapi Jangan Diusik.
Islam Itu Ramah Tapi Tidak Lemah.
Islam Itu Mudah Tapi Jangan Dimudah-mudahkan.”

Akhir-akhir ini kita di hebohkan oleh film yang sangat kontroversi secara tradisi, budaya dan toleransi. Film yang yang menceritkan tradisi santri sarat dengan banyak kebiasaan-kebiasaan yang sangat melenceng dari tradisi santri pada realnya. Santri yang berbaris-baris antra laki-laki dan perempuan. Santri yang berduaan tanpa adanya mahrom yang menemaninya. Juga yang membawa tumpeng masuk ke dalam gereja dengan alasan toleransi.

Film yang di bintangi oleh Azmi, Veve dan Wirda itu mengundang banyak kecaman, baik dikalangan santri sendiri, pondok pesantren bahkan para kiai.

Terlepas dari misi khusus yang disuguhkan dalam film tersebut, tayangan tersebut memang sangat tak elok dipandang mata, lebih-lebih tayangan yang mencerminkan toleransi yang kebablasan. Dengan adegan  Veve dan Wirda yang membawa tumpeng masuk ke dalam gereja, inilah beberapa pandangan 4 madhab tentang hukum memasuki gereja.

Madhab  Syafi’iyah: Hukum masuk gereja itu haram. Inilah pendapat ulama Hanafiyah dan Syafi’iyah. Namun ulama Syafi’iyah mengaitkan hukum haram jika di gereja tersebut ada gambar. Ulama Hanafiyah melarang secara mutlak karena gereja adalah tempat berdiamnya setan.

Madhab Hambali: Hukum masuk gereja itu makruh. Inilah pendapat ulama Hambali. Namun ulama Hambali mengaitkan terlarangnya jika di situ terdapat gambar.

Mazhab Hanafi: mengatakan kalau hukumnya makruh bagi seorang muslim masuk gereja.

Pastinya kita sudah banyak tahu bagaimana hukum masuk ke gereja. Sangat di ingatkan lagi bahwa negara kita adalah indonesia negara yang menggunakan madhab syafi’i madhab yang mengharamkan masuk ke dalam gereja.

Alhasil, kita bisa berpikir baik dan positif. Bagaimana film the santri menurut pembaca sekalian???

2 thoughts on “Corak-Morak Toleransi Kebablasan Pada Film The Santri

  1. Ha di film the santri t gerejanya ad gambarnya gak, tumpeng itu tidak dibawa islam dari arab tp tumpeng itu adalah jawa yg tersusun dr banyak masyarakat kl isinya nasi ya halal kl nasinya dicampur daging celeng jadi haram. Tumpeng itu bukan syariat islam dan boleh siapapun memakannya. Kl laki mandang ptempuan ato sebaliknya dgn nafsu gk boleh kl laki banyak disamping perempuan banyak tanpa bersentuhan dgn tidak ada unsur taqrobuzzina knp gk boleh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top