Dengan Transliterasi Membaca Al-Qur’an, Ini Hukum dan Penjelasannya

thumbnail

islamasyik.com
“Islam Itu Asyik Tapi Jangan Diusik.
Islam Itu Ramah Tapi Tidak Lemah.
Islam Itu Mudah Tapi Jangan Dimudah-mudahkan.”

Al-Qur’an adalah firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw dengan menggunakan bahasa Arab pada 17 Ramadhan. Suroh yang pertama kali turun adalah suroh Al-alaq dan yang terakhir suroh Al-Mudatsir.

Banyak problematika yang dialami oleh kaum Muslimin, salah satunya adalah tidak bisa membaca Al-Qur’an teks arabnya. Bagaimana jika membaca Al-Qur’an dengan transliterasinya.?

Abu Zur’ah Orang yang Hafal 500 Ribu Hadits Beserta Sanadnya. Tiba-Tiba Wafat Di Pasar

Al-Qur’an merupakan kitab terakhir yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw. Mengenai Al-Qur’an menggunakan bahasa arab sudah tauqifi dari Allah SWT.

Ada beberapa ayat yang menjelaskan tentang hal tersebut, salah satunya,
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

“Sesungguhnya kami turunkan al-Quran itu berbahasa arab agar kalian berfikir.” (QS. Yusuf: 2)

Ayat lain menyebutkan,
كِتَابٌ فُصِّلَتْ آيَاتُهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

“Itulah kitab yang dirinci ayat-ayatnya, al-Quran yang berbahasa arab, bagi orang yang mengetahui.” (QS. Fushilat: 3).
Masih ada banyak ayat lain yang mengokohkan akan hal ini.

Wow Keren!!! Sewaktu Masuk Ke Surga Nabi Melihat Ja’far Bin Abi Thalib Terbang Di Surga Bersama Para Malaikat

Jika Al-Qur’an dibaca dengan menggunakan bahasa ‘ajami (selain bahasa arab) maka tidak diperbolehkan. Karena Al-Qur’an menggunakan bahasa Arab sudah ketetapan dari Allah, bukan karena diturunkan di negara Arab.

Dalam transliterasi tidak akan bisa membaca dengan menggunakan ilmu tajwid. Sedangkan membaca Al-Qur’an wajib menggunakan tajwid.

Contoh dalam lafadz (مِنْكَ) ditulis menggunakan terjemahan menjadi “minka”. Membaca lafadz (مِنْكَ) dalam transliterasi tidak akan dengung dan sesuai dengan kaidah ilmu tajwid.

Syekh Nawawi Al-Bantenni menjelaskan dalam kitabnya at-Tibyan fi Adab Hamalah al-Quran, hlm. 96,

لا تجوز قراءة القرآن بالعجمية سواء أحسن العربية أو لم يحسنها سواء كان في الصلاة أم في غيرها فإن قرأ بها في الصلاة لم تصح صلاتة هذا مذهبنا ومذهب مالك وأحمد وداود وأبو بكر بن المنذر

Tidak diperbolehkan membaca Al-Qur’an menggunakan bahasa selain bahasa Arab. Baik di dalam shalat maupun tidak. Menurut madzhab (Syafiiyah), madzhab Imam Malik, Imam Ahmad, Daud, dan Abu Bakr bin al-Mundzi .orang yang shalat membaca Al-Qur’an dengan menggunakan bahasa selain bahasa Arab maka hukum shalatnya tidak sah.

Bagaimana jalan keluar bagi orang yang tidak bisa membaca Al-Qur’an?

Untuk kalian yang sudah fasih membaca Al-Qur’an jangan pernah mencoba untuk membaca transliterasinya karena itu akan merusak makna dari Al-Qur’an.

Inilah Do’a Pendek Agar Terhindar dari Penyakit Berbahaya dan Mematikan

Belajarlah membaca Al-Qur’an walaupun sudah dewasa. Jangan pernah malu untuk belajar walaupun sudah mempunyai gelar yang tinggi.
Jangan pernah menyerah untuk bisa membaca Al-Qur’an, karena Al-Qur’an akan menjadi penolong di hari kiamat bagi pembacanya. Tidak masalah belajar dari iqra’ ataupun at-tanzil, karena sejatinya kita ingin bisa membaca Al-Qur’an dengan benar dan sesuai dengan ilmu tajwid.

Imam Mujahid menjelaskan,
لاَ يَتَعَلَّمُ العِلْمَ مُسْتَحْيٍ وَلاَ مُسْتَكْبِرٌ

“Hanya orang pemalu dan orang yang sombong yang tidak mau belajar ilmu agama.” (HR. Bukhari, 1/38).

Source: konsultasisyariah.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top