Di Prakarsai Thariq bin Ziyad, 600 Tahun Islam, Yahudi, dan Kristen Hidup Sangat Harmonis

thumbnail

Thariq bin Ziyad adalah seorang Jenderal Muslim yang pernah menaklukkan Andalusia (saat ini Spanyol). Ia berasal dari Dinasti Umayyah dan dikenal sebagai pemimpin yang menghormati agama lain, yaitu Kristen, Nasrani dan Yahudi.

17 tahun Sebelum di taklukkan oleh Thariq bin Ziyad, Andalusia di pimpin oleh Raja Roderick dengan penuh kedholiman serta penindasan, bahkan ia telah memperkosa Florinda putri tunggal Julian Gubernur Ceuta. Florinda akhirnya bunuh diri karena merasa terhina dan tidak kuat menanggung rasa malu.

Melihat peristiwa ini, Julian merasakan kepedihan luar biasa dan meminta kepada Musa bin Nushair Gubernur Maghribi untuk dapat membalaskan rasa sakitnya itu serta membantunya dengan memberikan beberapa kapal untuk pasukan Musa bin Nushair.

Inila Luasnya 1 Kamar di Surga dan Orang yang Terakhir Masuk di Dalamnya

Permintaan Julian disambut oleh Musa bin Nushair karena memang sudah lama umat Islam mendengar penderitaan rakyat yang tertindas di Spanyol dan di belahan Eropa lainnya akibat kekuasaan monarki yang absolut.

Musa bin Nushair menunjuk Thariq bin Ziyad yang masih muda untuk memimpin pasukan sebagai bentuk aktualisasi wahyu ilahiah untuk membebaskan umat manusia dari segala bentuk kedholiman.

Perbandingan antara kedua pasukan 1:10. Pasukan Thariq bin Ziyad terdiri dari 7.000 orang, sedangkan Raja Roderick memiliki pasukan terlatih 70.000 orang lengkap dengan pasukan berkudanya.

Benarkah Memakai Susuk Membuat Susah Ketika Sakaratul Maut?

Akhirnya, pada tanggal 19 Juli 711, pasukan Thariq bin Ziyad mampu menancapkan panji bulan bintang setelah pertempuran yang menentukan di Guadalete. Roderick mencoba melarikan diri dengan menyebrangi sungai, tetapi ia mati tenggelam.

Dibawah kerajaan Islam, agama Yahudi, Kristen dan Islam mampu berdampingan secara harmonis bagaikan sahabat dalam satu tempat tidur selama 600 tahun. Orang-orang Yahudi dan Kristen mengalami kebangkitan spritual dan kultural di Spanyol.

Tidak ada undang-undang antipropaganda Kristen atau Yahudi di kerajaan Islam, bahkan mereka bebas dan mendapatkan perlindungan.

Kaum Yahudi dan Kristen tidak di bantai. Tidak ada tradisi antisetisme yang tumbuh. Mereka benar-benar diberi kebebasan untuk menjalankan urusan mereka sesuai dengan keyakinan. Bahkan, mereka yang sejak semula berprofesi sebagai pedagang mampu mengembangkan bisnisnya dan di beri kesempatan seluas-luasnya untuk ikut aktif dalam administrasi pemerintahan.

Kisah Nabi SAW Berinteraksi Dengan Tiang Masjid Nabawi Lakaknya Orang Hidup

Para sejarawan telah bersepakat bahwa pada zaman itu kerajaan Islam berperan sebagai superpower yang mengawali peradaban modern selanjutnya. Ilmu pengetahuan, teknologi, dan filsafat dikembangkan.

Namun, semua itu tidak berkelanjutan sampai sekarang. Masa keemasan Yahudi Kristen dan Islam mencapai puncaknya pada masa khalifah Abdurrahman III yang memerintah pada 912- 961 dan puteranya al-Hakam II pada 961-976.

Source: buku yahudi mengapa mereka berprestasi. Karya K.H toto tasmara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top