Hukum Pinjaman Online Dalam Islam

thumbnail

atau sering disebut p

Pinjaman online atau kerennya adalah Peer to peer Lending (P2P) yang disedakan oleh  penyedia sarana layanan pinjam-meminjam berbasis teknologi. Dengan adanya Finansial Teknologi (Fintek) menggeser bank yang fungsinya sebagai tempat meminjam dan menabung uang.

Ternyata Ruh Keluar Saat Kita Tidur, Ini Hasil Penelitiannya

Erwandi Tarmizi dalam Harta Haram Muamalat Kontemporer menjelaskan, berdasarkan mekanisme, pinjaman online bisa di tarik kesimpulan adalah  suatu transaksi pemberian pinjaman individu kepada individu lain dengan media teknologi.

Jika ditelisik tentang cara kerja transaksi P2P Lending akad menggunakan akad Qardh (pinjam-meminjam uang) dengan adanya bunga dan denda keterlambatan.

Hukum Bisnis TRADING FOREX Menurut Islam

Dalam kaidah fikih dinyatakan

كل قرض جر منفعةفهو ربا

“Setiap pinjaman yang memberikan keuntungan bagi pemberi pinjaman adalah riba” (Al Mawardi, Al Hawi).

Bunga bank merupakan keputusan seluruh lembaga fatwa dunia dengan ijmak bahwa tidak diperbolehkan.

Muktamar Islam ke-2 di Kairo dengan 150 ulama dari 35 negara islam bertepatan dengan tahun 1965  telah diputuskan, “Bunga bank dalam segala bentuknya adalah pinjaman yang bertambah. Hukumnya adalah haram, karena termasuk riba. Tidak ada perbedaan antara pinjaman konsumtif atau produktif. Riba diharamkan, baik persentasenya banyak maupun sedikit. Dan akad pemberian pinjaman yang disertakan dengan bunga juga diharamkan” (Dr. Sulaiman Al Asyqar, Qodhaya Fiqhiyyah Muashirah).

Sebelum Wafat Punya Hutan Shalat, Bagaimana Cara Meng_qodha’nya?

Majma Al Fiqh Al Islami (divisi fikih OKI) mengadakan muktamar pada taun 1985, yang dihadiri oleh ulama perwakilan negara-negara anggota OKI memutuskan, “Setiap penambahan dalam pengembalian hutang, atau bunga, atau denda karena keterlambatan pelunasan hutang, begitu juga bunga yang ditetapkan persennya sejak dari awal transaksi, hal ini adalah riba yang diharamkan syariat Islam”.

Kemudian di tahun 1986, Al Majma Al Fiqhy Al Islami (divisi fikih Rabithah Alam Islami) menfatwakan, “Segala bentuk bunga hasil pinjaman adalah riba dan harta haram”.

Source: republika.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top