Ingin Mencari Sinyal Untuk Daring Siswa di Sibakur Jalan Kaki Puluhan Kilo Meter

thumbnail

Pemerintah menerapkan sistem belajar dalam jaringan (daring) pada masa pandemic covid-19. Hal tersebut mungkin sangat mudah dilakukan oleh masyarakat perkotaan. Tapi tidak bagi masyarakat desa yang masih belum terjangkau internet. Salah satunya di Nagari Sibakur, Kecamatan Tanjung Gadang, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat.

Remaja Israel Temukan Ratusan Koin Emas yang Terkubur 1.100 Tahun Era Kekhalifahan Abbasiyah

Para pelajar dari Nagari Sibakur harus menempuh perjalanan puluhan kilo meter untuk mendapatkan sinyal agar tidak ketinggalan pelajaran. Lokasi yang dituju oleh mereka untuk mendapatkan sinyal tidak bisa diakses dengan kendaraan, melainkan harus berjalan kaki.

Sabtu (19/9), Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sijunjung, Rizal Efendi, melalui siaran pers yang diterima Republika mengatakan, “Ada 54 lokasi Blank Spot sinyal di 8 di Kabupaten Sijunjung, salah satunya Nagari Sibakur.”

Kisah Pilu dan Gigih. Guru Difabel Ini Mengajar Ke Sekolah Pakai Skateboard

Rizal mengatakan bahwa setiap hari mereka harus naik perbukitan untuk mendapatkan sinyal. Ketika cuaca buruk mereka sering tidak ikut sekolah daring karena tidak bisa keluar untuk memburu sinyal.

Karena jika mereka memaksa keluar akan membahayakan keselamatannya.
Ia juga mengatakan bahwa Pemkab Sijunjung telah mencoba untuk menjalin hubungan dengan PT Telkom dan PT Intech Esa Mandiri untuk menyediakan layanan internet di sejumlah titik blank spot. Namun hingga sekarang sejumlah perusahaan provider masih dalam persiapan.

Inilah Ancaman Al-Qur’an Bagi Orang Yang Suka Nyinyir Dan Gosip

“Jasa layanan ini menggunakan Teknologi VSAT, saat ini mereka sedang memperbaiki teknologi jaringan internet dan akan segera disebarkan ke beberapa daerah di Sijunjung, salah satunya Nagari Sibakur,” jelas Rizal.

Source: republika.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top