Ini yang Terjadi Saat Abu Jahal Hendak Menginjak Nabi SAW

thumbnail

Nabi Muhammad SAW adalah Nabu yang banyak di karuniai banyak mukjizat untuk melawan para musuhnya dan orang yang dhzalim pada beliau.

Abu jahal termasuk orang yang sangat membenci Rasulullah walaupun ia pamannya sendiri. Dalam buku 1.000 Mukjizat Rasulullah, Musthafa Murad menjelaskan ketika Rasulullah sedang khusyuk sholat, Abu Jahal hendak menginjak tengkuk Rasulullah.

Ketiak Bau jahal mendekati beliau tiba-tiba ia pergi dengan penuh ketakutan  yang teramat sangat. Abu Hurairah berkata Abu Jahal pernah berkata kepada orang-orang kafir Quraisy, “Adakah kalian biarkan Muhammad sujud kepada Tuhannya di hadapan kalian?”

Kemudian mereka menjawab “Ya.” Abu Jahal berkata “Demi Lata dan Uzza, apabila aku melihatnya sedang sholat maka akan aku injak tengkuknya dan aku tundukkan wajahnya ke tanah.

Maka kemudian datanglah Rasulullah hendak sholat. Abu Jahal pun mendekat dan berniat ingin menginjak tengkuknya.

Dengan tiba-tiba ia pergi dengan ketakuatan yang amat sangat sambil menutupi dua tangannya di wajahnya. Warga Quraisy bertanya “Apa yang terjadi padamu Abu Jahal?”

Lalu ia menjawab “Ada sebuah jurang api yang sangat dalam antara diriku dengannya.” Atas peristiwa ini Allah berfirman dalam surat Al-Alaq ayat 9-19.

“Bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang? Seorang hamba ketika dia melaksanakan sholat, bagaimana pendapatmu jika dia (yang dilarang sholat itu) berada di atas kebenaran (petunjuk), atau dia menyuruh bertakwa (kepada Allah)? Bagaimana pendapatmu jika dia (yang melarang) itu mendustakan dan berpaling?

Tidakkah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat (segala perbuatannya)? Sekali-kali tidak! Sungguh, jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya, (ke dalam neraka),yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan dan durhaka.

Maka biarlah dia memanggil golongannya (untuk menolongnya), kelak Kami akan memanggil Malaikat Zabaniyah, (penyiksa orang-orang yang berdosa), sekali-kali tidak! Janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah serta dekatkanlah (dirimu kepada Allah).”

Itulah yang terjadi ketika makhluk yang paling mulia hendak di dhalimi oleh  musuh dengan kejinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top