Inilah Orang yang Jenazahnya Dimandikan Para Malaikat Kemudian Memasuki Pintu Langit

thumbnail

islamasyik.com

“Islam Itu Asyik Tapi Jangan Diusik.
Islam Itu Ramah Tapi Tidak Lemah.
Islam Itu Mudah Tapi Jangan Dimudah-mudahkan.”

Ketika Hanzhalah merasa membutuhkan seorang istri yang shalihah yang bisa membantunya dalam urusan agama dan dunianya, ia menikahi lamilah. Ia menjalani malam pertama, pagi harinya adalah perang Uhud. Ia memohon izin kepada Rasulullah agar bisa tidur bersama Jamilah. Rasulullah
memberikan izin.

Setelah melaksanakan shalat Shubuh, Rasulullah menuju Uhud. Hanzhalah berhubungan dengan Jamilah. Empat orang diutus kepada Jamilah, ia bersaksi di hadapan mereka bahwa ia dan Hanzhalah telah melakukan hubungan. Jamilah ditanya tentang syahidnya Hanzhalah, ia berkata, “Saya bermimpi seakan-akan pintu langit terbuka, lalu Hanzhalah masuk ke dalamnya. Kemudian pintu langit ditutup. Saya katakan bahwa
maknanya adalah mati syahid. Saya mengandung Abdulah putra Hanzhalah.”

Hanzhalah mengambil senjatanya, ia mengikuti Rasulullah. Ia
meluruskan barisan. Ketika pasukan kaum muslimin melemah, Hanzhalah menghadang Abu Sufyan bin Harb, ia memotong urat lutut kuda Abu Sufyan. Maka Abu Sufyan pun jatuh. Salah seorang dari mereka memanah Hanzhalah. Rasulullah berkata,
“Sesunggubnya aku melihat para malaikat memandikan Hanzbalah bin Abi Amir di antara langit dan bumi dengan air hujan beralaskan alas terbuat dari perak.”

Abu Usaid berkata As-Sa’idi berkata, “Kami pergi melihatnya, dari kepalanya menetes air. Saya kembali kepada Rasulullah memberitahukan bahwa ketika ia pergi berperang, ia dalam keadaan junub. Anaknya disebut, “Anak-anak dari orang yang dimandikan para malaikat (Hanzbalab).

Dari Abdullah bin Az-Zubair t, ia berkata, “Saya mendengar
Rasulullah berkata ketika Hanzhalah bin Abi Amir terbunuh setelah ia berhadapan dengan Abu Sufyan bin Al-Harits. Kemudian ia dibunuh oleh Syadad bin Al-Aswad dengan pedang. Rasulullah berkata, “Sesungguhnya sahabat kamu dimandikan para malaikat.” Istri Hanzhalah berkata, “Hanzhalah langsung pergi ketika ia mendengar keributan, sementara
ia dalam keadaan junub. Maka Rasulullah bersabda, “Oleh sebab itu ia dimandikan oleh para malaikat.”

disadur dari buku Semua Ada Saatnya karangan Syaikh Mahmud Al-Mishri Penerjemah Ust Abdus Somad.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top