Insyallah Syahid. Santriwati (13) Berstatus PDP Meninggal. Ini Histori Perjalanannya sebelum Meninggal

thumbnail

islamasyik.com

“Islam Itu Asyik Tapi Jangan Diusik.
Islam Itu Ramah Tapi Tidak Lemah.
Islam Itu Mudah Tapi Jangan Dimudah

Warga cilacap berstatus PDP yang meningggal bertambah lagi. Kali ini korban meniggal adalah santriwati (13) di pondok pesantren Kawunganten.

“Pasien PDP ini wafat hari ini,” kata M Wijaya, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Cilacap juga sebagai juru bicara Satgas Penanggulangan Covid-19, Jumat (27/3).

Sebelumnya ia dirawat di isolasi RSUD Cilacap. “Pasien ini PDP, karena hasil pemeriksaan laboratorium atas sampel swab yang dikirimkan pihak rumah sakit belum keluar,” imbuhnya.

Menurut kabar dia tak pernah keluar kota karena sehari-hari dia tak pernah keluar dari area pondok pesantren. akan tetapi pada 20 Maret, dia pernah diketahui berobat ke Puskesmas Kawunganten dengan keluhan batuk, sesak nafas, dan demam. ketika di periksa di Puskesmas, dia mengakui mengalami gejala itu sejak dua pekan yang lalu.

Karena keluhan sntriwati itu, lantas pihak langsung merujuk ke RSI Fatimah Cilacap. Dari hasil rontgen, pasien ini mengalami bronkhopenumonia (radang paru-paru). Dan tak diketahui mengapa dia bisa mengidap penyakit itu.

Sewaktu di isolasi petugas medis RSUD sudah mengambil swab pesien sebanyak 2 kali. Dan pada hari kamis kemarin sang kondisi pasien semakin menurun dan hari jumat 27/3 dia meniggal.

Dari data yang ada, Sampai kini sudah 3 pasien PDP di cilacap meniggal dunia. satu adalah mahasiswi kuliyah di JKT yang pulang dalam keadaan sakit. dua adalah pimpinan DPRD cilacap. Dan yang terakhir adalah seorang santri.

Mengenai pasien yang berstatus PDP, Wijaya menyatakan, hingga saat ini sudah

Wijaya menyatakan, Sampai saat ini sudah 27 orang yang tercatat berstatus PDP. 9 orang dinyatakan negatif. 1 orang positif Covid-19. 3 orang sudah wafat. Sedangkan sisanya yang berstatus PDP masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

“Sedangkan Untuk orang dalam pengawasan (ODP), ada 224 orang,” ungkap wijaya.

Source:republika.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top