Karena Ditinggal Rombongan di Bendara Pria Asal Sumenep Gorok Lehernya Sendiri

thumbnail

Seorang pria asal Sumenep, Jawa Timur, Sandi, nekat menggorok lehernya sendiri pada hari Selasa, (17/11/2020), karena diduga deppresi disebabkan ditinggalkan rombongannya ke Timika.

Pria itu ditemukan security bandara usai tersungkur dan bersimbah darah di sisi kiri terminal Bandara Sultan Hasanuddin, di area loading dock.

Iwan Risdianto Stakeholder Relation Manager PT Angkasa Pura I mengatakan, pertama kali korban ditemukan security bandara Karena ada suara teriakan kesakitan. Beberapa jam sebelum peristiwa itu, salah seorang  karyawan Angkasa Pura Hotel, Rian di lokasi Loading Dock yang merupakan area terlarang untuk penumpang. Orang itu sempat ditegur, dan Rian memintanya untuk keluar.

Demi Belajar Islam Muallaf Ini Rela Miskin dan Merantau ke Negara Lain

Kemudian Irwan menambahkan, dalam waktu yang tak lama lantas korban sudah ditemukan bersimbah darah oleh security. Dan ada bekas goresan benda tajam di leher korban.

Menurut dugaan  korban melukai lehernya sendiri menggunakan pecahan beling. Hal Itu nampak  dari goresan di lehernya dan korban banyak mengeluarkan darah. Diduga Kuat hal itu merupakan pencobaan bunuh diri.

Menurut Iwan, dari informasi yang di dapatnya, korban merupakan penumpang pesawat dari Banjarmasin menuju Timika yang terpisah dari rombongannya. Diduga kuat inilah yang membuat dia depresi karena ditinggalkan oleh temannya. Menurut Informasi dia datang bersama 6 orang teman lainnya dan dialah yang terpisah dari rombongannya.

Diterima Apa Ditolak Jika Ada Pria Sholeh Meminang Anak Perempuan Kita?

Kapolsek Bandara, Iptu Asep Widianto menuturkan, saat ini korban sedang menjalani perawatan di RS Angkatan Udara Dody Sarjoto. Pungkasnya akibat gorokan di leher, membuat luka mengenganga sepanjang 15 cm.

Sekarang ini korban sudah sadar, dan bisa Berkomunikasi. Katanya dia mengaku putus asa, karena ditinggalkan rombongannya yang terbang ke Timika, sedang dia tidak memiliki uang, baik untuk pulang atau berangkat ke Timika.

Karena luka yang dialami cukup parah, maka diambil tindakan medis oleh dokter RS Dody Sarjoto. Pihak kepolisian juga berkooordinasi dengan keluarga Sandi yang ada di Sumenep. Mengenai biaya tindakan medis  pihak polisi sudah berkoordinasi dengan pihak keluarganya. Tinggal menunggu info selanjutnya dari keluarganya.

Source: sindonews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top