Kenangan Cinta Pertama Rasulullah yang Tak Jua Terlupakan

thumbnail

Sebab cinta, hati menuai damai. Sebab cinta hati bisa tentram. Cinta anugerah Tuhan yang bersemayam di jiwa nan indah.

Nabi Muhammad SAW memberi contoh indah dalam menuia cinta yang indah yang melembutkan hubungan dan hati. Dengan cinta pertamanya pada Sayyidah Khadijah pun menyimpan beribu kenangan.

Pada cinta pertamanya itu, Nabi sangat menghargainya.  Prof Quraish Shihab  Dalam buku Membaca Sirah Nabi Muhammad menjelaskan bahwa Nabi sering kali  menyebut-nyebut kenangan cintanya bersam Sayyidah Khadijah.

Ajaib! Ternyata Janin Bersujud Ketika Dibacakan Al-Qur’an. Ini Buktinya

Ketika istri pertamanya itu wafat. Nabi sring menyebutkan sebuah pujian sampai membuat Siti Aisyah istrinya pun terbakar api cemburu.

عن عائشة رضي الله عنها قالت: كان النبي صلى الله عليه وسلم إذا ذكر خديجة أثنى عليها فأحسن الثناء قالت: فغرت يوماً فقلت ما أكثر ما تذكرها حمراء الشدق قد أبدلك الله عز وجل بها خيراً منها قال: ما أبدلني الله عز وجل خيراً منها قد آمنت بي إذ كفر بي الناس وصدقتني إذ كذبني الناس وواستني بمالها إذ حرمني الناس ورزقني الله عز وجل ولدها إذ حرمني أولاد النساء

Aisyah berkata: “Apa yang engkau ingat dari seorang wanita tua dari kelompok wanita-wanita tua suku Quraisy yang kedua bibirnya putih dan telah dilewatkan masa? Allah SWT pun telah menggantikan untukmu yang lebih baik darinya.”

Mendengar hal itu, Nabi pun menjawab: “Allah tidak pernah menggantinya dengan yang lebih baik untukku. Sungguh ia (Khadijah) beriman kepadaku pada saat orang-orang kufur kepadaku, mempercayaiku pada saat orang-orang mendustakanku, mempekerjakanku dengan hartanya ketika orang-orang mencegahnya, dan memberikan anak-anaknya kepadaku (memberikan keturunan) ketika istri-istri yang lain tidak memberikannya.”

Inilah Sungai Dari Surga yang Dijelaskan Nabi Muhammad SAW Hingga Bendungan Emas

Kenangan Nabi kepada Sayyidah Khadijah pun diungkapkannya melalui tindakan. Nabi pernah menyembelih kambing dengan maksud dan tujuan sedekah bagi Sayyidah Khadijah. Potongan daging kambing tersebut kemudian dibagi-bagikan sebagai hadiah kepada teman-teman Sayyidah Khadijah.

Sungguh kenangan yang sangat indah. Betapa tak sayang Nabi pada beliau, ketika semua orang tak ada untuk ada Sang Khatijah selalu ada buat Nabi. Semua ia korbankan dari harta kekayaan segenap jiwa dan raganya semua untuk dakwah yang Nabi perjuangkan.

Source: republika.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top