Ketika Al-Kitab Ungkap Perbuatan Bejat LGBT yang Bententangan Dengan Hukum Alam

thumbnail

LGBT adalah suatu perkara yang dikutuk oleh berbagai agama. Dalam Katolik dijelaskan laki-laki maupun perempuan hendaknya menerima identitas seksualnya.

Dilansir dari couragerc.org dijelaskan bahwa homoseksual telah dipraktekkan berabad-abad lamanya dalam budaya yang berbeda. Alkitab menjelaskan bahwa perbuatan tersebut merupakan perbuatan bejat. Homoseksual juga merupakan perbuatan yang bertentangan dengan hukum alam. Para pelaku tindakan seksual menutup diri terhadap karunia hidup.

Dalam Yahudi juga telah dijelaskan tentang homoseksual dan gay. Ada dua ayat dalam Imamat (18:23 dan 20:13) yang mengecam terhadap pelaku homoseksual. Menurut Imamat 20:13: “Jika laki-laki terletak dengan sama lelakinya sebagai suatu kebohongan dengan seorang wanita, maka mereka berdua telah melakukan suatu hal yang keji, dan harus dihukum mati. Darah mereka akan berada diatasnya.”

Di Mesir Ada Seorang Muadzin yang Rela Pindah Agama Demi Gadis Cantik. Kemudian Mati Musyrik

Dilansir dari myjewishlearning.com, dalam penjelasan alkitab, larangan tersebut tidak mencakup bagi perempuan. Otoritas lainnya menggambarkan bahwa lesbianisme sebagai cabul atau promiscuous. Lesbian bukan suatu perkara yang masuk katagori pelanggaran berat. Dalam ayat Imamat tersirat bahwa yang salah adalah homoseksual. Tapi bukan berarti para pelakunya harus di benci.

Yahudi yang mempunyai pola pikir liberal sulit menerima terhadap ayat Yahudi yang menjelaskan homoseksal. Dan denominasi liberal telah diperdebatkan sejauh mana pelaku gay dan lesbian dapat terintegrasi ke dalam komunitas agama.

Islam mengutuk keras terhadap lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT). Tercatat dalam sejarah Islam bahwa homoseksual telah ada pada masa Nabi Luth. Kisah tersebut tertulis dalam Al-Qur’an. surah al-A’raaf: 80-84, Huud: 81-83, al-Ankabuut: 28-35, al-Hijr: 61-77, dan asy-Syu’araa: 160-175.

10 Fakta Unik Tentang Nabi Muhammad SAW yang Tak Dimiliki Nabi Lain

“Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya, ‘Mengapa kalian mengerjakan perbuatan faahisyah itu yang belum pernah dikerjakan oleh seseorang pun (di dunia ini) sebelum kalian?’ Sesuangguhnya kalian mendatangi laki-laki untuk melepaskan nafsu kalian (kepada mereka), bukan kepada wanita, kalian ini adalah kaum yang melampaui batas.”

Kaum Nabi Luth menjawab, “Usirlah mereka (Luth dan pengikut-pengikutnya) dari kota ini. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura menyucikan diri. Kemudian, Kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya, kecuali istrinya. Karena, dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan). Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu, maka perlihatkanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdoa itu.” (QS al-A’raaf 80-84)

Source: republika.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top