Memperindah Diri di Hadapan-Nya, Bukan Pada Makhluk-Nya

thumbnail

Terlihat cantik/tampan pada penglihatan orang lain selalu menjadi perhatian bagi setiap manusia. Sekarang ini, memang penampilan menjadi hal yang diutamakan. Entah itu berkaitan dengan fashion, wajah, aksesoris, dan lain sebagainya.

Orang-orang menjadi lebih memperhatikan penampilan perihal apa yang harus dikenakan dan bagaimana supaya terkesan good looking di hadapan orang lain. Lalu yang menjadi pertanyaan, ada apa denga good looking? Apakah good looking itu perlu? Khususnya bagi masyarakat komoditas seperti Indonesia ini.

Bacalah Amalan Ini InsyaAllah Dapat Menitralisir Penyakit yang Timbul Dari Makanan

Perlu diingat bahwa setiap yang melihat mempunyai kepala dan setiap kepala memiliki pemikiran yang bervariasi tentunya. Bisa saja penilaian yang kita harapkan tidak sesuai dengan apa yang mereka pikirkan.

Dan bisa saja tak semua pasang mata mendatangkan kenyamanan saat melihatnya. Karena sejatinya hal baik apapun yang kita lakukan pasti ada celah pada orang yang tidak menyukai kita. Bahkan, akan terlihat selalu salah di mata mereka. Namun sebaliknya, kita akan selalu terlihat istimewa di mata orang yang memahami dan menyukai kita. Walau sebenarnya masih banyak kekurangan dalam diri kita.

Oleh karena itu, tak seharusnya selalu menjadi pemuas pandangan orang lain. Karena mereka tidak selalu merespon baik akan hal itu. Tidak pernah puas dan selalu merasa tidak berkecukupan memang hakikat dari setiap manusia. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa memperindah diri karena manusia merupakan hal sia-sia yang sangat disengaja.

Orang Yang Jauh Dari Al-Qur’an 4 Bahaya Yang Akan Mengintainya

Untuk itu, tak perlu menyibukkan diri untuk mendapat sanjungan manusia. Juga tak perlu berlebihan untuk nampak baik di depan manusia. Mengapa? Karena sampai kapan pun penilaian mereka tidak akan pernah sama. Ketika hanya fokus pada penilaian manusia semata, maka di situlah rasa syukur kita berkurang pada-Nya.

Maka cukuplah indahkan dirimu di hadapan-Nya, carilah penilaian-Nya dan bukan penilaian manusia. Karena dengan begitu, Allah akan menilaimu lebih utama dari pada hamba yang lainnya, kau akan dihiasi oleh kebaikan-Nya dan senantiasa dicukupi dengan kasih sayang-Nya. Sehingga pandangan manusiapun akan selalu merasa cukup kala menilaimu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top