Meninggal Dalam Keadaan Bertato, Wajibkah Dihilangkan?

thumbnail

Tato adalah suatu anda yang dibuat dengan memasukkan pigmen ke dalam kulit. umat Islam dilarang memasang tato karena hal tersebut menyebabkan air tidak masuk kedalam kulit sehingga mengakibatkan wudhuk tidak sah. Lalu bagaimana jika seorang Muslim meninggal dunia dengan tubuh bertato?

Perlukah menghilangkannya terlebih dahulu sebelum dimakamkan?.

Syekh Ali Fakhr, Anggota Komisi Fatwa Darul Iftaa Mesir menjelaskan, Jika ada seorang Muslim meninggal dalam kondisi tubuh bertato, maka tidak perlu mengapusnya. Hal ini sebagai penghormatan terhadap kesucian jasadnya.”

Ada Tahi Lalat di Wajah, Ini Hukum Menghilangkannya

“Tidak perlu dihapus, biarkan saja. Mandikan secara alami, sucikanlah dan serahkan kepada Allah SWT,” jelasnya.
Majdi Ashour, selaku Anggota Fatwa Darul Iftaa Mesir dan penasihat ilmiah Mufti Mesir juga menjelaskan mengenai hal tersebut bahwa prinsip dasar hukum Islam adalah tidak membahayakan diri sendiri dan orang lain.

“Apabila menghapus tato dapat menimbulkan rasa sakit yang tidak tertahan, makan tidak boleh dihapus. Namun, hapuslah dengan taubat nasuha, berniat dengan sungguh-sungguh tidak akan mengulangi hal tersebut dan menghabiskan semua waktunya dengan beribadah kepada Allah SWT,” jelasnya.

Apabila rasa sakit dalam menghapus tato bisa ditahan, maka segeralah untuk menghapusnya. Pastikan kulit bersih dan suci dari najis serta berjanji tidak akan mengulanginya lagi.

Source: republika.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top