Menurut Penjelasan Hadits Inilah Sejarah Shalat Gerhana Matahari

thumbnail

Ada dua macam gerhana, yaitu gerhana bulan dan gerhana matahari. Ketika terjadi gerhana kita disunnahkan melaksanakan Shalat sunnah gerhana. Sebenarnya bagaimana sejarah salat gerhana matahari ini?

Diceritakan dalam berbagai riwayat bahwa putra Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam (SAW) yaitu Ibrahim wafat waktu masih kecil bertepatan hari terjadinya gerhana matahari. Semua riwayat sepakat bahwa Ibrahim lahir di bulan Dzulhijjah tahun 8 Hijriyah (Maret 630 M) dengan tidak menyebutkan tanggal pastinya.

Dan Ada yang menyatakan usianya ketika wafat adalah 70 atau 71 malam. Sumber lain menyebut Ibrahim wafat dalam usia 18 bulan dan ada juga mengatakan 22 bulan (1 tahun 10 bulan). Namun mayoritas ahli riwayat mengatakan usianya saat wafat adalah 16 bulan.

Saat Ibrahim wafat, orang-orang menghubungkannya dengan peristiwa gerhana matahari. Kemudian Rasulullah SAW mengatakan kalau peristiwa adalah tanda-tanda kebesaran Allah, bukan karena kematian seseorang.

Setelah Banjir Besar, Inilah Peta Penjuru Kekuasaan 3 Putra Nabi Nuh AS

Dari Al Mughirah bin Syu’bah berkata, “Pada masa Rasulullah SAW pernah terjadi gerhana matahari, yaitu di hari meninggalnya putera beliau, Ibrahim. Orang-orang lalu berkata, “Gerhana matahari ini terjadi karena meninggalnya Ibrahim!” Maka Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya matahari dan bulan tidak akan mengalami gerhana disebabkan karena mati atau hidupnya seseorang. Jika kalian melihat gerhana, maka salat dan berdoalah kalian kepada Allah.” (Shahih Al-Bukhari No. 985)

Dalam hadis yang diriwayatkan Imam Muslim, Nabi SAW bersabda: “Sesungguhnya matahari dan bulan adalah termasuk dari tanda-tanda kebesaran Allah, gerhana terjadi pada keduanya bukan karena kematian seseorang dan tidak juga karena kehidupan seseorang. Maka jika kalian melihatnya, hendaklah hendaklah bertakbir, berdoa kepada Allah, melakukan salat, dan bersedekah. Wahai umat Muhammad, tidak ada seorangpun yang lebih cemburu daripada Allah apabila hamba-Nya yang laki-laki atau hamba-Nya yang perempuan melakukan perzinahan. Wahai umat Muhammad, demi Allah, jika kalian mengetahui apa yang aku ketahui niscaya kalian akan banyak menangis dan sedikit tertawa. Ketahuilah apakah aku sudah menyampaikannya?” Di dalam riwayat Malik, “Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah”. (HR. Muslim)

Fenomena Langka, Dua Gerhana Ini Akan Menghiasi Bumi Dalam Satu Malam

‘Aisyah radliallahu ‘anhuma (RA) mengabarkan bahwa Rasulullah SAW ketika hari terjadinya gerhana matahari, Beliau berdiri melaksanakan salat. Beliau membaca takbir, kemudian membaca dengan bacaan surat yang panjang, lalu ruku’ dengan ruku’ yang panjang (lama) lalu mengangkat kepalanya seraya membaca sami’allahu liman hamidah. Lalu Beliau kembali berdiri sebagaimana sebelumnya dan membaca bacaan yang panjang namun kurang dari bacaannya yang pertama tadi, lalu ruku’ dengan ruku’ yang panjang namun kurang dari ruku’nya yang pertama tadi, lalu sujud dengan sujud yang panjang. Kemudian Beliau melakukannya seperti itu pada raka’at yang akhir lalu memberi salam sementara matahari sudah tampak kembali. Lalu Beliau menyampaikan khutbah di hadapan manusia dan berkata tentang gerhana matahari dan bulan bahwa: “Keduanya adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah, tidak mengalami gerhana disebabkan karena mati atau hidupnya seseorang. Maka jika kalian melihat gerhana keduanya, bersegeralah mendirikan salat”. (Shahih Al-Bukhari No. 2964)

Kiranya itulah sejarah shalat gerhana. Sejatinya gerhana adalah tanda kekuasaan Allah yang harus kita renungi dalam kehidupan kita shari-hari.

Source: sindonews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top