Meski Selalu Didzalimi dan Disakiti Suaminya, Perempuan Ini Tetap Sabar Serta Berwasiat Seperti Ini Pada Suami Juga Anak-anaknya

thumbnail

Ia adalah seorang wanita yang hidup bersama suaminya yang sangat jahat kepadanya. Walaupun suaminya memperlakukannya dengan kasar, ia tetap sabar dan selalu mentaati suaminya.

Ia pun tak pernah mengeluh kepada tuhan atas semua yang telah tuhan takdirkan kepadanya. Ia menjalaninya dengan penuh kesabaran berharap ridho dari sang pencipta.

Anak-anaknya menjadi pemandangan terindah baginya, seakan-akan semua kesabaran yang Allah berikan adalah untuk mereka.

Mau Cari Calon Suami, 3 Prinsip Ini Kuncinya

Selain hidup bersama suami yang berlaku dholim kepadanya, ia juga di uji oleh Allah dengan sebuah penyakit keras di perutnya. Ia selalu merasa kesakitan karena penyakit itu dan juga kedholiman yang dilakukan oleh suaminya.

Ia pun menjalani hidupnya dengan penuh rasa sakit hingga akhirnya tuhan memanggilnya.

Sebelum ia menghembuskan nafas terakhirnya, salah satu putrinya membacakan ayat-ayat suci Al-Qur’an kepadanya. Ia pun berwasiat kepada semua anaknya untuk taat dan menjaga ayahnya.

Sungguh benar-benar wanita penyabar. Semua keburukan yang telah di lakukan suaminya, ia balas dengan kebaikan dengan mendoakan dan meminta kepada anak-anaknya agar mentaati ayahnya.

Ternyata Perempuan Ini yang Menyelamatkan Nabi SAW Pada Perang Badar

Setelah berwasiat, ia meminta kepada semua anaknya untuk keluar dari kamarnya. Dalam keadaan berbaring, pandangannya mengarah pada langit dengan mengisyaratkan telunjuknya sebagai tanda tauhidnya kepada Allah. Tak lama setelah itu, keringat dingin mengalir di keningngya dan akhirnya tuhan mengambil ruhnya.

Wanita penyabar itu meninggal dengan berwasiat kebaikan untuk suaminya. Dengan semua itu, akhirnya sang suami mendapatkan hidayah dari Allah sehingga sampai pada detik-detik terakhir meninggalnya, ia selalu ingat dan mendoakan istrinya.

Tokoh Poligami Dunia Wafat, Tinggalkan 42 Istri, 156 Anak, dan 250 Cucu

Ia meninggal dunia keringatnya mengalir di keningnya. Hal itu menandakan keberuntungan telah mendapatkan doa Nabinya. Ia juga meninggal karena penyakit keras yang berada di perutnya. Sebagaimana hadits Rasulullah: “Barang siapa yang meninggal akibat penyakit perutnya, maka ia mati syahid.” (H.R Muslim dan Ahmad)

Dalam hadits lain di jelaskan: “Barang siapa yang terbunuh oleh sakit perutnya, maka ia tidak akan disiksa dalam kuburnya.”

Dengan kebaikan, kesabaran dan sifat pemaafnya ia mendapatkan ridho Allah SWT.

Source: islampos.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top