Momen Runtuhnya Kejayaan Islam di Spanyol Karena Ratu yang Kejam Mengusir Penduduk Islam

thumbnail

Andalusia merupakan nama klasik dari pada Spanyol. Islam pernah jaya di Andalusia dengan di menangkannya peperangan yang dipimpin oleh Thariq bin Ziyad pada tanggal 19 Juli 711.

Kejayaan dunia Islam di Andalusia mencapai puncaknya pada abad ke-10 sampai tahun 1100. Jumlah penduduk Muslim meningkat menjadi 5,6 juta. Di Kota Cordova sendiri dibangun 200.000 rumah, 600 masjid, 900 pemandian umum, 10.000 lampu jalan dan 50 rumah sakit. Perpustakaan dan pusat penelitian tumbuh pesat di era Spanyol Muslim, sementara itu Eropa masih tertidur dan buta huruf.

Hukum Transplantasi Organ Orang Mati Ke Tubuh Orang Hidup

Namun, masa keemasan tersebut tidak berkelanjutan sampai sekarang. Jiwa getir hati merintih pedih. Khazanah kejayaan Andalusia telah lindap senyap. Ini semua karena para pemimpin umat yang serakah dan haus kekuasaan. Pada saat itu, ada kurang lebih tiga raja yang saling tidak berhubungam satu sama lain. Perpecahan kerajaan Islam ini memberi kesempatan kepada pangeran-pangeran Kristen di Spanyol barat laut yang mengantarkan kerajaan Islam menuju kejatuhannya.

Pada 2 Januari 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnya kepada Los Reyes Catholicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Kekalahan pihak Islam kemudian diikuti oleh penganiayaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol sehingga menjadi awal duka yang berkepanjangan bagi umat Islam.

Astaghfirullah! Yahudi Menggerebek Makam Nabi Musa dan Melakukan Kekacauan di Sana

Pada tanggal 11 Maret 1492, Ferdinand dan Isabella menandatangani perintah pengusiran (edict of explusion) yang dibuat untuk membersihkan Spanyol dari umat Islam dan Yahudi. Mereka diberi dua pilihan, dibaptis masuk Kristen atau di deportasi. Banyak orang Yahudi yang sangat mencintai Andalusia sehingga mereka terpaksa masuk Kristen dan tetap tinggal di Spanyol. Namun, ada sekitar 80.000 orang yang mengungsi ke kerajaan Islam di Utsmaniyah di mana mereka disambut dengan baik.

Source : Buku Yahudi mengapa mereka berprestasi karya K.H Toto Tasmara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top