Pantesan Palestina Ingin selalu Dijarah Israil, Ini Keistimewaannya dalam Al-Qur’an

thumbnail

Allah SWT memberikan keberkahan-Nya untuk Palestina. seperti yang kita ketahui bersama kota lain yang juga mendapat berkah Allah SWT adalah Makkah dan Madinah. Ada pula yang mengatakan yaitu Syam (Suriah sekarang) dan Mesir.

Menurut ulama, kata Masjid Al Aqsa juga daerah disekelilingnya adalah negeri yang diberkahi, karena di daerah tersebut banyak nabi dan rosul yang diutus oleh Allah untuk berdakwah. Di antaranya, Nabi Ibrahim, Ishak, Luth, Ya’kub, Musa, Daud, Sulaiman, Ilyas, Ilyasa, hingga Isa AS.

Tak terbantahkan lagi bahwa keberadaan palestina sebaai negari yang diberkahi Allah. dan banyak keterangan Al-qur’an yang mwnerangkan tentang kemuliaan dan keberkahan negeri itu.

Bacalah: Krisis Kemanusiaan Hingga Covid 19, Ulama Sepuh India Keluarkan Fatwa Keras pada Masyarakat

Di antaranya, surat Al A’raaf [7]: 137, Al Israa` [17]: 1, Al Anbiyaa` [21] 71 dan 81). ‘’Dan Kami selamatkan Ibrahim dan Luth ke sebuah negeri yang Kami telah memberkahinya untuk sekalian manusia.’’ (QS Al Anbiyaa` [21]: 71). ‘’Dan (telah Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang Kami telah memberkatinya. Dan adalah Kami Maha Mengetahui segala sesuatu.’’ (QS Al Anbiyaa` [21]: 81).

Penuh berkah Ibnu Abbas menyebutkan, yang dimaksud dengan ‘Kami berkahi sekelilingnya’ dalam surat Al Israa [17] ayat 1 itu ialah bumi Palestina dan Urdun (Yordania). Abul Qasim As Suhaily menuturkan, bumi yang diberkahi tersebut adalah Syam yang meliputi Yordania, Suriah, Lebanon, dan Palestina. Imam Asy-Syaukany memberi penjelasan bahwa negeri-negeri bahagian timur bumi dan bahagian baratnya yang telah Kami beri berkah padanya adalah negeri Syam (Yordania, Suriah, Lebanon, Palestina) dan Mesir. Dalam surat Saba [34] ayat 18, dijelaskan; ‘’Dan Kami jadikan antara mereka dan antara negeri-negeri yang Kami limpahkan berkah kepadanya, beberapa negeri yang berdekatan dan Kami tetapkan antara negeri-negeri itu (jarak-jarak) perjalanan. Berjalanlah kamu di kota-kota itu pada malam dan siang hari dengan aman.’’ (QS Saba [34]: 18).

Para ahli tafsir menjelaskan, yang dimaksud ‘ke negeri yang Kami telah memberkatinya’ yakni negeri Syam (Yordania, Suriah, Lebanon, Palestina) daerah Kerajaan Nabi Sulaiman AS. Dan yang maksud ‘beberapa negeri yang berdekatan’ (Adna al-Ardli) adalah daerah-daerah antara Syam dan Yaman. Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Ibnu Umar, Rasulullah SAW pernah berdoa untuk keberkahan negeri Syam (Yordania, Syria, Libanon, Palestina) dan negeri Yaman. ‘’Ya Allah, berikanlah keberkahan bagi kami, negeri Syam dan Yaman.’’

Baacalah: Gigih!! 8 Muslim Inggris Naik Sepeda ke Mekkah untuk Mencari Dana $ 628.600 dan Haji

Thursina Menurut sebagian ulama, hal lain yang menyebabkan Palestina disebut sebagai negeri yang diberkahi, karena disinilah Allah menyelamatkan Nabi Musa dari kejaran Firaun setelah menyeberangi Laut Merah, dan saat ia menerima wahyu dari Allah SWT. ‘’Dan Kami pusakakan kepada kaum yang telah ditindas itu, negeri-negeri bahagian timur bumi dan bahagian baratnya yang telah Kami beri berkah padanya.’’(QS Al A’raaf [7]: 137). ‘’Maka, tatkala Musa sampai ke (tempat) api, diserulah Dia (arah) pinggir lembah yang sebelah kanan-(nya) pada tempat yang diberkahi dari sebatang pohon kayu. (Al Qashash [28]: 30).

Dan Keterangan diperkuat lagi dengan ayat 6 surah An- Nazi`at [79] dan surat Al Maidah [5] ayat 21. ‘’Tatkala Tuhannya memanggilnya di lembah suci, yaitu Lembah Thuwa.’’ (An-Nazi`at [79]: 6). ‘’Hai kaumku, masuklah ke tanah Suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu.’’ (Al Maidah [5]: 21).

Bacalah: Kisah 2 Syahid Perang Uhud yang Liang Kuburnya Disatukan oleh Nabi SAW

Lembah suci itu, menurut Sami bin Abdullah al- Maghluts, dalam bukunya Athlas Tarikh Al-Anbiyaa wa ar-Rusul, cuma ada dua, yaitu Makkah dan Palestina. Bahkan, ketika mengomentari surat At Tiin [95]: 1-3, para ulama banyak yang menjelaskan sesungguhnya bukit Thursina, tempat Musa menerima wahyu, adalah di lembah suci yang ada di Palestina.

Menurut Syekh Shalahuddin Ibrahim Abu ‘Arafah, adalah ulama asal Palestina, bukit Thursina adalah tempat yang diberkahi. Dan, tempat yang diberkahi itu adalah Palestina sebagaimana surat Al-Isra` [17] ayat 1 yang menceritakan peristiwa Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW.

Sami juga menambahkan, yang dimaksud dalam surat At Tiin [95] itu yaitu Thursina, bukit yang ada di Baitul Maqdis dan al-Balad al-Amin adalah Makkah. Berikut argumentasinya.

Bacalah: Inilah Cara Solat Bagi Perawat Medis Covid 19 Menurut 4 Madhab

Allah berfirman, Dan, pohon kayu yang keluar dari Thursina (pohon zaitun) yang menghasilkan minyak dan menjadi makanan bagi orang-orang yang makan. (Al- Mu’minun [23]: 20).

Ayat ini, kata Sami, mengikat kuat antara ‘Thursina’ dan hasil bumi dan tumbuh-tumbuhan penghasil minyak bagi orang yang makan. oleh Karena itu, ia membantah bila Sinai (Mesir) sebagai Thursina yang selama ini lumayan banyak dipercayai masyarakat, termasuk umat Islam. Ia menyatakan, di Sinai (Mesir) tidak ada pohon zaitun yang bisa menghasilkan buah, apalagi mengeluarkan minyak.

Menurut Sami, ayat 20 surah Al-Mu’minun [23] dan ayat 1-3 surah At-Tiin itu justru merujuk pada tanah suci yang ada di Palestina. kata dia, terdapat banyak pohon zaitun yang senantiasa berbuah dan berproduksi di sepanjang tahun sehingga penduduk di sekitar Baitul Maqdis dapat menamakannya dengan Bukit Zaitun dan Allah SWT telah berseru kepada Musa di tempat yang diberkahi di sisi bukit.

Source: republika.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top