Selain Buroq, Ternyata Ada 5 Kendaraan yang Digunakan Nabi SAW Dalam Isra’ Mi’raj

thumbnail

Perjalanan agung Isra Miraj adalah salah satu  tonggak sejarah dalam agama Islam. Misi bersejarah ini dalam  menunaikan perintah sholat dari Allah yang di panggil langsung ke langit ke tujuh.

Selain untuk misi sholat lima waktu Isra Miraj juga mengungkap banyak kisah yang luar biasa yang harus  kita ketahui sebagai umat Islam. Salah satunya perihal  kendaraan yang ditunggangi Nabi Muhammad dalam menempuh perjalanan Isra Miraj dari masjidil haram sampai ke masjidil aqso.

Isra’ Mi’raj dalam Bingkai Fisika. Ini Komentar Albert Einstein

Dalam kitab Syajaratul Kawn yang ditahqiq, KH Zainul Maarif, Ibnu Arabi menjelaskan bahwa kendaraan pertama yang mendatangi Nabi Muhammad SAW adalah buraq yang digunakan Nabi dalam menuju Baitul Maqdis.

Kemudian kendaraan kedua yaitu miraj menuju langit dunia. Lalu kendaraan ketiga yaitu sayap-sayap malaikat untuk berpindah dari satu langit ke langit lain hingga langit ketujuh.

Perjalanan Agung Isra’ Mi’raj Menorehkan 4 Hikmah Bagi Umat Islam

Kemudian Lantas kendaraan keempat yaitu sayap malaikat Jibril AS yang dipakai hingga Sidratul Muntaha, lalu Jibril meninggalkan Nabi Muhammad.

Nabi Muhammad bersabda, “Wahai Jibri, malam ini kami tamumu. Bagaimana mungkin yang ditamui meninggalkan tamunya? Apakah di sini pencinta meninggalkan orang yang dicintainya?”

Jibril menjawab, “Duhai Muhammad. Engkau tamu Dzat Yang Mulia. Engkau diundang Dzat Yang Mulia. Jika sekarang aku maju sejarak semut saja, aku bisa terbakar. Tak ada satu pun dari kami, kecuali memiliki posisi yang telah diketahui. Kami tahu diri dan tidak memasuki kawasan yang tidak bisa dimasuki, yaitu Sidratul Muntaha.”

Di Neraka Selama 1000 Tahun, AKhirnya Bani Israel Ini Dimasukkan ke Surga Karena Perbuatan Ini

Malaikat Jibril kemudian menuntun Nabi melampaui Sidratul Muntaha, lantas 70 ribu penutup dari cahaya terbakar.

Nabi kemudian berjumpa dengan kendaraan kelima yaitu Rafraf. Di dalam Alquran, kata Rafraf disebutkan dalam Surat Ar Rahman ayat 76.

مُتَّكِئِينَ عَلَىٰ رَفْرَفٍ خُضْرٍ وَعَبْقَرِيٍّ حِسَانٍ

“Mereka bertelekan pada bantal-bantal yang hijau dan permadani-permadani yang indah.”

Menurut bahasa rafraf adalah bantal hijau, akan tetapi dalam konteks kisah Nabi tersebut rafraf adalah  kendaraan Nabi dari Sidratul Muntaha sampai Arsy berupa cahaya hijau.

Source: republika.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top