Setelah Banjir Besar, Inilah Peta Penjuru Kekuasaan 3 Putra Nabi Nuh AS

thumbnail

islamasyik.com

“Islam Itu Asyik Tapi Jangan Diusik.
Islam Itu Ramah Tapi Tidak Lemah.
Islam Itu Mudah Tapi Jangan Dimudah-mudahkan.”

Dulu, di zaman Nabi Nuh AS, manusia sudah semakin macam-mcam tingkah lakunya, tidak mendengarkan petuah-petuah dari nabi Nuh. Dengan begitu Allah mengutus Nabi Nuh untuk menyerukan kembali padaNya kepada kaumnya dan menyembah Allah Yang Maha Esa. Dengan usia Nabi Nuh mencapai 950 tahun, tak banyak yang menerima dakwahnya.

Jumlahnya orang yang iman pada Nabi Nuh hanya sekitar 70 orang dalam sebuah keterangan Alquran yang menyebutkan jumlah kaumnya yang menerima dakwah Nabi Nuh hanya sedikit.

Bacalah: Penjahit Difabel Ini Buat APD Sebanyak 800 Pakaian untuk Tenaga Medis Covid19

”Dan, tidak beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit.” (QS Hud [11]: 40).

Saat banjir besar menenggelamkan seluruh kaum nabi nuh yang ingkar, dan bahtera Nuh mendarat di puncak gunung, mulai saat itu diyakini bahwa, awal penyebaran umat manusia dan berkembang biaknya binatang-binatang yang ikut dalam perahu Nabi Nuh.

4 Putra Nabi Nuh

Sosok Nabi Nuh AS punya 4 orang anak; Kan’an, Ham, Sam, dan Yafets.

Yagn bernama Kan’an ia anak tertua, tapi akhirnya ia tewas bersama banjir besar, karena tidak mau beriman pada Allah dan tak ikut Nabi Nuh. Dari ketiga anak nabi Nuh (Sam, Ham, dan Yafets) inilah, penyebaran manusia periode kedua mulai bermigrasi. maka, Nabi Nuh juga disebut “bapak manusia kedua.”

Ibnu Katsir dalam kitabnya al-Bidayah wa al-Nihayah menjelaskan, hierarki nasab setiap umat manusia yang ada di bumi ini, kembali kepada anak-anak Nuh yang tiga orang, yakni Sam, Ham, dan Yafets.

Bacalah: Pekerjaan Mudah Ini Lebih Utama Ketimbang Bersedekah. Ayo Kita Kerjakan

Di Dalam Sebuah hadis Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, dikatakan, ”Sam adalah moyang orang Arab, Ham adalah moyang Habsyah (Ethiopia, Afrika), dan Yafets adalah moyang orang Rum (Romawi, Eropa).

Al-Qalaqsyandi dalam Nihayat al-Arab fi Ma’rifat Ansab al-‘Arab menyebutkan, telah ada kesepakatan di kalangan para ahli nasab (genealogis) dan para sejarawan, seluruh manusia saat ini adalah setelah Nabi Nuh AS, yaitu selain orang-orang yang bersamanya di dalam kapal.

”(Yaitu) anak cucu dari orang-orang yang Kami bawa bersama-sama Nuh.” (QS Al-Israa’ [17]: 3).

”Dan Kami jadikan anak cucunya orang-orang yang melanjutkan keturunan.” (QS Al-Shaffat []:77).

Sosok Yafets adalah anak tertua, setelah Kan’an, mempunyai tujuh orang anak. Mereka adalah Al-Turk, Al-Khazar, Shaqlab, Tares, Menesk, Kumari (Gomari), dan Shin.

Mereka semua menyebar ke kawasan antara Timur dan Barat Babilonia (wilayah Nuh saat itu), sebagaimana keterangan Abu Hanifah al-Dainuri. Orang Cina dipercaya sebagai keturunan dari Yafets, yakni Shin bin Magog bin Yafets. Dan, Ya’juj dan Ma’juj adalah anak dari Magog bin Yafets.

Bacalah: Karena Lahirkan Bayi Cacat, Mama Muda Ini Langsung Diceraikan Suaminya. Akhirnya Hidup Numpang

Sedangkan Ham juga mempunyai anak, antara lain Al-Sind, al-Hindi (India), Zandj (negro), Habasyah (Ethiopia), Nubah, dan Kan’an. Mereka menyebar ke wilayah Selatan dan Dabur (barat).

Dan anak-anak Sam bin Nuh adalah Iram, Arpakhsad, Elam, Elifar, dan Asur. Mereka tinggal dengan anak paman mereka Jamm, raja di tanah Babel (Babilonia).

Ad-Dainuri berkata, “Ketika anak-anak Nuh keluar, tergeraklah hati seluruh anak Nuh untuk keluar dari babel. Maka, Khurasan bin Elam bin Sam keluar. Demikian juga, dengan Pers bin Asur, Rum bin Elifar, Armen bin Nouraj, Kerman bin Tarah, Heitjal bin Elam. Mereka adalah cucu Sam bin Nuh. Masing-masing singgah bersama anak-anaknya di daerah yang dinamakan dengan namanya dan dinisbatkan kepadanya.”

Source: republika.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top