Ternyata Malaikat dan Rasulullah Juga Malu Pada Utsman bin Affan

thumbnail

Malu adalah sifat mulia dan merupakan budi pekerti yang baik. Sifat ini tidak dimiliki kecuali oleh orang-orang shalih. Sifat inilah yang dimiliki oleh sahabat Nabi Ustman bin Affan.

Aisyah RA mengisahkan, “Rasulullah SAW sedang berbaring di rumahnya, dan kedua betis beliau tersingkap. Saat itu Abu Bakar meminta izin untuk menemui beliau, maka beliau pun mengizinkannya. Kemudian masuklah Abu Bakar, sementara Rasulullah tetap dalam keadaan semula, lalu beliau berbincang-bincang.

Ini Wanita Tua yang Keras Kepala dan Salah Paham pada Pemberian Abu Bakar Sidiq

“Setelah itu, Umar datang meminta izin, beliau mengizinkannya, masih dalam keadaan semula, beliau melanjutkan perbincangan. Kemudian datanglah Utsman meminta izin. Rasulullah pun segera duduk dan memperbaiki pakaiannya.

Melihat itu Aisyah bertanya, “Wahai Rasulullah, Abu Bakar masuk tetapi engaku tidak menyambutnya dan tidak mempedulikannya. Kemudian Umar datang, engkau juga tidak menyambutnya dan tidak mempedulikannya, namun mengapa ketika datang Utsman, engkau segera duduk dan merapikan pakainamu?”

Di Era Khalifah Abu Bakar Siddiq Anak Bocah yang Menjadi Imam Tarawih

Maka bersabdalah Rasulullah SAW, “Tidakkah aku merasa malu terhadap seorang, yang malaikat pun malu terhadapnya” (HR. Muslim no. 2402)

Inilah sahabat Utsman, sahabat yang terkenal dengan sifat malunya kepada Allah. Malu kepada Allah dengan menjauhi perbuatan yang menimbulkan murka dan melaksanakan perbuatan yang mendatangkan yang diridai-Nya.

Malu dengan manusia supaya tidak melihat perbuatan yang tidak pantas dari dirinya, atau mendengar sesuatu yang tidak baik darinya, dan malu kepada diri sendiri dengan tidak melakukan sifat lalai, malas, dan frustasi.

Source: islampos.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top