Usai Ngamuk Minta Bantuan Corona di Kantor Desa, Laki-laki Bunuh Bayi Pake Celurit

thumbnail

islamasyik.com
“Islam Itu Asyik Tapi Jangan Diusik.
Islam Itu Ramah Tapi Tidak Lemah.
Islam Itu Mudah Tapi Jangan Dimudah-mudahkan.”

Seorang balita di Desa Kasembon, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang tewas akibat disambar oleh Sudi (40) yang mengalami gangguan jiwa.

Kejadian berawal ketika Sudi meminta bantuan Covid-19 ke Kantor Desa Kasembon pada pukul 09.15 WIB, Senin (11/5/2020).

Dajjal Ditakuti Kemunculannya, Tapi Orang Ini Malah Menunggu Kedatangannya

Kapolsek Bululawang, Kompol Pujiyono mengatakan, “Sudi datang marah-marah ke kantor desa mencari kepala desa. Ia mengira bahwa akan mendapatkan bantuan Rp 5 miliar. Karena kepala desa belum datang, dia terus pulang.”

Ibu Sudi khawatir pada kondisi anaknya. Kemudian dia pergi ke kantor kepala desa untuk meminta bantuan. Namun ia keburu mengamuk sebelum bantuan datang.

Sebelumnya telah diinformasikan, Sudi mengamuk pada dua balita dan juga kakeknya. Korban tersebut V (2), A (9), dan S atau Senun (65), kakek dari dua balita naas tersebut.

Kakek Non Muslim Ini Masuk Islam Setelah Mimpi Bertemu Nabi Muhammad SAW

Sudi mengamuk pada tiga korban menggunakan sabit. V seorang balita tewas akibat sambaran sabit di dagunya. Sedangkan A dan Senun dirawat di rumah sakit karena mengalami luka parah.

Pelaku dibawa ke Polsek Bululawang dan akan dibawa ke RS Dr Radjiman Wedyodiningrat Lawang. Pelaku akan tetap diproses hukum, walaupun ia mengalami gangguan jiwa.

Pujiyono mengatakan, “pelaku dirawat di RSJ. Kami kumpulkan bukti terlebih dahulu. Mengenai hukuman dibebaskan atau di penjara tergantung hakim. Sudi telah dijerat pasal 338 tentang pembunuhan dan penganiayaan.”

Source: islampos.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top