Waktu Paling Baik Untuk Bersholawat Kepada Nabi SAW

thumbnail

Tak sedikit amalan baik yang mengantarkan uumat manusia menuju alam surga. Salah satunya dengan menyebut nama Allah dan Rasulullah setiap waktu.

Bershalawat kepada baginda Nabi bisa dilakukan kapan saja akan tetapi terdapat beberapa waktu terbaik supaya  kita bershalawat kepada Nabi Muhammad.

Inilah tujuh waktu bershalawat yang baik yang harus kita kerjakan, antara lain adalah:

1. Ketika Masuk Masjid
Hal ini sesuai dengan hadits dari Fathimah Radhiallahu’anha: “Biasanya, ketika Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam masuk ke dalam masjid beliau bershalawat kemudian mengucapkan: Rabbighfirli Dzunubi Waftahli Abwaaba Rahmatik (Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku, dan bukalah untukku pintu-pintu Rahmat-Mu),” (HR. At Tirmidzi, 314. Dishahihkan Al Albani dalam Shahih Sunan At Tirmidzi).

Keringat Rasulullah Inilah yang dimaksud sebagai salah satu keutamaan membaca sholawat, Kecintaan Para Sahabat terhadap Nabi, Rambut Nabi, Waktu Terbaik Bershalawat

2. Ketika Keluar Masjid
Bukan hanya saat akan masuk masjid, saat keluar dari masjid pun sangat  dianjurkan untuk bershalawat atas Nabi.

Sebagaimana kelanjutan hadits dari Fathimah Radhiallahu’anha: “Dan ketika beliau keluar dari masjid, beliau bershalawat lalu mengucapkan: Rabbighfirli Dzunubi, Waftahlii Abwaaba Fadhlik (Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku, dan bukalah untukku pintu-pintu keutamaan-Mu),” (HR. At Tirmidzi, 314. Dishahihkan Al Albani dalam Shahih Sunan At Tirmidzi).

3. Ketika Tasyahud dalam Shalat
Pada saat tasyahud dalam shalat juga sangat di anjurkan membaca sholawat pada Nabi. Orang yang dalam keadaan sholat pasti membaca sholawat ini baik,  sholat wajib ataupun sunnah.

Rasulullah bersabda: “Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam mendengar seorang lelaki yang berdoa dalam shalatnya tanpa mengagungkan Allah dan tanpa bershalawat. Beliau pun berkata: ‘Orang ini terlalu tergesa-gesa’. Rasulullah lalu memanggil lelaki tersebut lalu menasihatinya: ‘Jika salah seorang diantara kalian berdoa mulailah dengan mengagungkanlah Allah, lalu memuji Allah, kemudian bershalawatlah, barulah setelah itu berdoa apa yang ia inginkan‘,” (HR. Abu Daud, 1481. Dishahihkan Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Daud).

4. Di Dalam Shalat Jenazah
Orang islam juga sangat  dianjurkan untuk bershalawat kepada Rasulullah ketika mengerjakan sholat janazah.

Dalilnya seperti yang diriwayatkan oleh Imam Abdur Rozzaq dalam mushonnafnya (no.6428) dengan sanad yang shahih: “Azzuhri berkata: Aku mendengar Abu Umamah bin Suhail bin Hanif berkata Ibnu Musayyab: Sunnah dalam shalat jenazah adalah takbir kemudian membaca ayat al-Qur’an, kemudian mengkhususkan do’a untuk mayat, dan tidak membaca (ayat al-Qur’an) melainkan pada takbir yang pertama, kemudian salam dari sebelah kanan. Ibnu Juraij berkata: Ibnu Shihab berkata: Pembacaan (ayat al-Qur’an) pada shalat mayit pada takbir pertama.”

5. Ketika Disebut Nama Rasulullah
Kita harus tahu bahwa ketika disebut nama Rasulullah maka kita harus bersholawat kepada beliau. Jika kita tidak melaksanakannya, maka kita dianggap orang yang pelit.

Hal ini sesuai dengan sebuah hadist, Rasulullah bersabda: “Orang pelit itu adalah orang yang ketika disebut namaku ia enggan bershalawat,” (HR. At Tirmidzi no.3546, ia berkata: “Hasan Shahih Gharib”).

6. Ketika Selesai Mendengar Adzan
Saat selesai mendengarkan kumandang adzan juga merupakan waktu terbaik untuk membaca sholawat kepada Nabi.

Rasulullah bersabda: “Jika kalian mendengarkan muadzin mengumandangkan adzan, ucapkanlah apa yang ia ucapkan. Kemudian bershalawatlah kepadaku. Karena setiap seseorang bershalawat kepadaku, Allah akan bershalawat kepadanya 10 kali,” (HR. Muslim, no. 384).

7. Dalam Rangkaian Dzikir Pagi dan Sore
Dzikir merupakan amalan orang islam baik diwaktu pagi ataupun sore. Alangkah lebih baik ketika berzikir tersebut dibarengi dengan bershalawat kepada Rasulullah.

Karena sungguh sangat luar biasa ganjaran orang yang melaksanakannya. Seperti yang terdapat dalam sabda Rasululluh: “Barangsiapa bershalawat kepadaku ketika pagi dan ketika sore masing-masing 10 kali, ia akan mendapatkan syafa’atku kelak di hari kiamat,” (Dihasankan oleh Al Mundziri dalam Targhib Wat Tarhib, 1/314, juga oleh Al Haitsami dalam Majma’ Az Zawaid, 10/123).

Source: islampos.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top