Yang Pacaran Pasti Tengkaran Yang Ta’arufan InsyaAllah Lamaran

thumbnail

islamasyik.com

“Islam Itu Asyik Tapi Jangan Diusik.
Islam Itu Ramah Tapi Tidak Lemah.
Islam Itu Mudah Tapi Jangan Dimudah-mudahkan.”

Pacaran bukanlah hal yang tabu lagi bagi anak remaja saat ini, bahkan kata pacaran bagi kalangan remaja sudah dijadikan acuan demi tercapainya tujuan hidupnya.  Namun dalam ranah ini kata pacaran yang mereka gunakan dapat menyalahi aturan agama.  Karena mereka menganggap bahwa pacaran adalah sebuah kebaggaan tersendiri baginya, alias ia boleh berjalan dengan lain mahram. Bahkan tradisi di masyarakat sekarang beranggapan bahwa hal seperti itu sudah dijadikan hal yang sudah biasa, terkadang dari mereka (orang tua) memberikan support kepada anaknya untuk pacaran,  Sedangkan dalam islam tidak pernah mengajarkannya.

Bacalah: Pacaran Mendekatkan Pada Jodoh?

Kebanyakan dari mereka (remaja) yang mengenal pacaran hanya demi sebuah kebahagiaan semu, hanya memprioritaskan popularitas dan statusnya, Sebab mereka belum mengetahui hukum pacaran menurut islam.

Dalam berpacaran, Pertengkaran tanpa sebab sudah pasti pernah di rasakan. Segala sesuatu tidak akan bisa terlepas dari yang namanya aturan, sehingga dalam pacaran pun seperti itu, mereka yang sudah masuk dalam dunia pacaran juga harus mengikuti aturan secara normatif.

Sebenarnya pacaran yang dimaksud dalam islam adalah pacaran setelah menikah bukan sebelum menikah, hanya saja   mayoritas argumen yang terlontar tentang pacaran adalah “pacaran adalah jalan utuk menuju pernikahan”. Padahal dari pada pacaran sebelum menikah lebih baik ta’arufan, karena dalam hal ini, islam sangat menganjurkan kepada umatnya untuk ta’aruf terlebih dahulu sebelum menikah, yang tujuannya tidaklah lain agar kedua belah pihak dapat mengetahui satu sama lain.

Bacalah: Murah Hati! Petinju dari Inggris Ini Waqofkan Gedung Mewahnya untuk Penderita Covid 19.

Pengerian ta’aruf bukan berarti seorang lelaki boleh melihat sepuasnya kepada seorang perempuan, namun cukup dengan muka dan telapak tangan saja. Dan keputusannya dikembalikan kepada kedua belah pihak mau berlanjut pada lamaran ataukah hanya sebatas ta’arufan yang dianjurkan (membatalkan).

Yang membedakan ta’aruf dengan pacaran adalah dalam segi tujuan dan manfaatnya. Kenapa demikian, orang yang pacaran kebanyakan mengalami suatu pertengkaran karena pacaran dianggap sebagai kesenangan yang tidak permanen dan bisa dikatakan sebagai jalan menuju zina.  Dan hal yang demikian haruslah di hindari (pacaran) sebelum terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Dan segeralah merubah haluan dengan cara ta’arufan karena dengan ta’arufan akan menunjang pada keseriusan yang berakhir dengan pernikahan serta sakinah yang diharapkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top