4 Perbedaan Hukum Masuk ke Dalam Gereja

thumbnail

Gereja merupakan tempat ibadah orang Kristen. Di dalamnya terdapat patung, gambar-gambar dan lain sebagainya. Perihal boleh tidaknya seorang Muslim masuk ke dalamnya, ulama berbeda pendapat mengenai hal itu.

Pertama, haram
Ulama yang mengharamkan seorang Muslim masuk ke dalam gereja adalah Mazhab Hanafi dan Syafiiyah (pengikut Imam Syafii). Adapun Hanafiyah mengharamkan secara mutlak dengan alasan banyak setannya.

Kedua, boleh
Kalangan Syafiiyah membolehkan umat Islam masuk ke dalam Gereja dengan syarat tidak ada patung atau gambarnya di dalam. Jika ada, maka hukumnya haram.

Astaghfirullah! Santri Ponpes Demak Ikut Rayakan Natal Di Gereja

Ketiga, Makruh
Menurut Ibnu Taimiyah dan sebagian pendapat Hanabilah (pengikut Ahmad bin Hanbal), Seorang Muslim yang masuk ke dalam gereja yang ada gambar patungnya dihukumi makruh. Hal ini berdasarkan kisah Nabi Muhammad SAW Pernah menolak masuk rumah yang ada gambar patungnya sampai gambar itu dihapus.

Keempat, boleh secara mutlak
Menurut pendapat Hanabilah lainnya, seorang Muslim diperbolehkan secara mutlak masuk ke dalam gereja.

Tenyata Ibnu Abbas Pernah Melaksanakan Shalat di Dalam Gereja

Hal ini berdasarkan cerita Sayyidina Umar bin Khattab yang diundang kaum Nasrani ke gereja utk dijamu, lalu beliau meminta Sayyidina Ali bin Abi Thalib menghadirinya bersama orang Muslim lainnya. Begitu juga saat Nabi Muhammad SAW melakukan Isra ke Masjid Al Aqsa sebagai rumah ibadah Nasrani saat itu.

Jadi, itulah terkait perbedaan pendapat para ulama mengenai hukum masuk pada rumah ibadah agama lain mau ikut pendapat yang mana terserah tapi kalau di negara indonesia madhabnya adalah syafii.

Source: republika.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top