Benarkah Mayat yang Dibakar Bebas Dari Siksa Kubur?

thumbnail

Kebiasaan orang-orang terdahulu apabila ada salah satu dari mereka meniggal dunia, maka jasadnya dibakar dan abunya dibuang ke laut. Hal itu dipercaya akan menyelamatkan mereka dari siksa kubur.

Padahal Allah SWT berkuasa atas segalanya. Seluruh yang ada di alam semesta ini tunduk dan patuh kepada Allah SWT.

Inilah Ayat yang Menjadi Jantungnya Al-Quran Karim

Dalam buku “Rahasia Ruh dan Kematian” Ibnu Qayyim al-Jauziyah menjelaskan bahwa setelah itu Allah berkata, “Bangkitlah!”, maka orang yang abunya ditebarkan di mana-mana itu akan kembali bangkit, kemudian Allah bertanya kepadanya,

“Apa yang telah membuatmu melakukan hal itu semua?” Mereka menjawab, “Aku melakukannya karena aku takut kepadamu ya Rabb! Engkaulah yang lebih tahu.” Dan tidaklah semua itu akan dapat meluputkan orang itu dari rahmat Allah.

Ibnu Qayyim melanjutkan bahwa tidak akan ada orang yang bisa menghindar dari nikmat dan siksa kubur. Orang meninggal lalu jasadnya dibakar, ataupun disangkutkan ke pucuk-pucuk pohon, maka mereka akan tetap merasakan siksa kubur sesuai dengan apa yang telah diperbuat di dunia.

Meninggal Dalam Keadaan Bertato, Wajibkah Dihilangkan?

Begitu juga dengan orang yang baik selalu bertaqwa kepada Allah SWT, walaupun jasadnya dibakar ia akan tetap merasakan nikmat alam kubur dengan segala kenikmatan yang Allah berikan. Dengan kuasanya, api yang membakar jasad tersebut Allah ubah sifatnya menjadi sejuk menyelamatkan. Sebagaimana ia berkuasa mengubah segala sesuatu yang terlihat mustahil bagi manusia.

Dalam buku Rahasia Ruh dan Kematian (2021, Turos Pustaka) Ibnu Qayyim menuliskan, “Segala sesuatu yang ada di alam semesta ini akan selalu patuh dan tunduk kepada Allah SWT. Allah lah yang menciptakan semuanya. Ia berkuasa melakukan apa saja sesuai denga kehendaknya.” 

Source: republika.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top