Inilah 7 Non Muslim Bersaksi Dengan Kenabian Rasulullah SAW

thumbnail

Sebelum masuknya Islam ke tanah Arab, orang-orang Kristen dan Yahudi menunggu kedatangan seorang Nabi. Pada masa itu, Arab dihuni oleh orang-orang Yahudi, Kristen, dan pagan Arab. Namun, setelah Nabi Muhammad hadir di tengah-tengah mereka, beberapa dari mereka ada yang menerima dan ada pula yang menolak. Oleh karena itu, Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 89:

وَلَمَّا جَاءَهُمْ كِتَابٌ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ مُصَدِّقٌ لِمَا مَعَهُمْ وَكَانُوا مِنْ قَبْلُ يَسْتَفْتِحُونَ عَلَى الَّذِينَ كَفَرُوا فَلَمَّا جَاءَهُمْ مَا عَرَفُوا كَفَرُوا بِهِ ۚ فَلَعْنَةُ اللَّهِ عَلَى الْكَافِرِينَ

“Dan setelah sampai kepada mereka Kitab (Alquran) dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka sedangkan sebelumnya mereka memohon kemenangan atas orang-orang kafir, ternyata setelah sampai kepada mereka apa yang telah mereka ketahui itu, mereka mengingkarinya. Maka laknat Allah bagi orang-orang yang ingkar.”

Benarkah Iblis, Setan dan Malaikat Awalnya Bersahabat?

Adapun orang Kristen yang pertama kali menjadi saksi atas kenabian Rasulullah adalah Buhaira, seorang pendeta Nasrani. Dia mengakui kenabian tersebut ketika ia masih muda, kemudian memberi tahu pamannya. “Keponakanmu ini mendapatkan sebuah keburuntungan besar. Segera dia bawa pulang.”

Sedangkan non-muslim kedua yang mengakui kenabian Rasulullah adalah Waraqah bin Naufal yang merupakan cendikiawan Kristen. Dia percaya bahwa Nabi Muhammad adalah seorang Nabi dan menerima wahyu seperti Musa dan Yesus. Waraqah meninggal tak lama setelah bertemu dengan Rasulullah.

Sebagaimana yang dilansir About Islam, Senin (4/10), adapun non-muslim ketiga dan keempat yang mengakui kenabian Rasuullah adalah Abdullah bin Salam dan Mukhayriq, dua rabi Yahudi terkenal.

Ternyata Al-Qur’an Membenci Non-Muslim?

Sedangkan saksi keenam dan ketujuh adalah Wahb bin Munabbih dan Ka’b al-Ahbar yang juga murupakan rabi Yahudi berasal dari Yaman. Ka’ab menemukan sebuah pujian panjang dan deskripsi Nabi yang dibuat oleh Musa dalam Alkitab. Pada saat itu, orang Yahudi Madinah menunggu kedatangan seorang Nabi.

Dalam Al-Qur’an surat Asy-Syu’ara’ ayat 197, Allah berfirman:

أَوَلَمْ يَكُنْ لَهُمْ آيَةً أَنْ يَعْلَمَهُ عُلَمَاءُ بَنِي إِسْرَائِيلَ

“Apakah tidak (cukup) menjadi bukti bagi mereka, bahwa para ulama Bani Israil mengetahuinya?”

Source: republika.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top