Inilah Batasan Muslimah Karir Bekerja di Luar Rumah

thumbnail

islamasyik.com
“Islam Itu Asyik Tapi Jangan Diusik.
Islam Itu Ramah Tapi Tidak Lemah.
Islam Itu Mudah Tapi Jangan Dimudah-mudahkan.”

Agama Islam adalah agama yang menata kehidupan manusia secara detail. Serta mebagi tugas dan fungsi sesuatu sesuai dengan kemampuan dan tabiatnya.

Mencari nafkah diluar rumah adalah kewajiban suami. Sedangkan tugas istri adalah bekerja dan mengurus rumah tangga serta mendidik anak di dalam rumah. Namun dalam masa modern seperti sekarang ini banyak wanita-wanita yang malah bekerja menjadi wanita karir di luar rumah.

Bagaimana islam menyikapi permasalahan ini? Adakah batasan-batasan bagi muslimah bekerja di luar rumah? Atau memang tidak boleh bekerja di luar rumah?

Ayo kita ambil petunjuk dari firman Allah ta’ala di dalam surat Al-Qashash 23-26:

{وَلَمَّا وَرَدَ مَاءَ مَدْيَنَ وَجَدَ عَلَيْهِ أُمَّةً مِنَ النَّاسِ يَسْقُونَ وَوَجَدَ مِنْ دُونِهِمُ امْرَأَتَيْنِ تَذُودَانِ قَالَ مَا خَطْبُكُمَا قَالَتَا لَا نَسْقِي حَتَّى يُصْدِرَ الرِّعَاءُ وَأَبُونَا شَيْخٌ كَبِيرٌ (23) فَسَقَى لَهُمَا ثُمَّ تَوَلَّى إِلَى الظِّلِّ فَقَالَ رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ (24) فَجَاءَتْهُ إِحْدَاهُمَا تَمْشِي عَلَى اسْتِحْيَاءٍ قَالَتْ إِنَّ أَبِي يَدْعُوكَ لِيَجْزِيَكَ أَجْرَ مَا سَقَيْتَ لَنَا فَلَمَّا جَاءَهُ وَقَصَّ عَلَيْهِ الْقَصَصَ قَالَ لَا تَخَفْ نَجَوْتَ مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ (25) قَالَتْ إِحْدَاهُمَا يَاأَبَتِ اسْتَأْجِرْهُ إِنَّ خَيْرَ مَنِ اسْتَأْجَرْتَ الْقَوِيُّ الْأَمِينُ (26)} [القصص: 23 – 26]

23. Dan tatkala ia (Musa) sampai di sumber air negeri Mad-yan ia menjumpai di sana sekumpulan orang yang sedang meminumkan (ternaknya), dan ia menjumpai di belakang orang banyak itu, dua orang wanita yang sedang menghambat (ternaknya). Musa berkata: “Apakah maksudmu (dengan berbuat begitu)?” Kedua wanita itu menjawab: “Kami tidak dapat meminumkan (ternak kami), sebelum pengembala-pengembala itu memulangkan (ternaknya), sedang bapak kami adalah orang tua yang telah lanjut umurnya”.

24. Maka Musa memberi minum ternak itu untuk (menolong) keduanya, kemudian dia kembali ke tempat yang teduh lalu berdoa: “Ya Tuhanku sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku”.

25. Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua wanita itu berjalan kemalu-maluan, ia berkata: “Sesungguhnya bapakku memanggil kamu agar ia memberikan balasan terhadap (kebaikan)mu memberi minum (ternak) kami”. Maka tatkala Musa mendatangi bapaknya (Syu’aib) dan menceritakan kepadanya cerita (mengenai dirinya), Syu’aib berkata: “Janganlah kamu takut. Kamu telah selamat dari orang-orang yang zalim itu”.

26. Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: “Ya bapakku ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya”.

Hadits Jabir yang diriwayatkan oleh Imam Muslim No.1483, bahwa Bibinya Jabir saat menjadi janda, bertanya kepada Nabi SAW tentang pekerjaannya mengairi kebun korma miliknya, maka Nabi menyetujuinya.

Hal ini menunjukkan bahwa wanita boleh bekerja di luar rumah dengan catatan harus dengan norma-norma yang sesuai syariat islam. Di antaranya adalah: :

1. wanita muslimah bekerja di luaran boleh jika ada kebutuhan untuk itu, tapi tidsak boleh melalaikan tugas pokoknya sebagai ibu rumah tangga.
2. Harus mendapatkan izin suami atau orang tuanya.
3. Bekerja sesuai dengan bidang dan tabiat perempuan.
4. Bekerja di tempat yang tidak bercampur dengan lawan jenis atau hanya berdua saja dengan lawan jenis.
5. Menjaga akhlaknya sebagai wanita Muslimah. Tidak boleh dandan yang dilarang islam apalagi memekai parfum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top