Inilah Dalil Hadits yang Memperbolehkan Bercanda dan Bergurau

thumbnail

islamasyik.com

“Islam Itu Asyik Tapi Jangan Diusik.
Islam Itu Ramah Tapi Tidak Lemah.
Islam Itu Mudah Tapi Jangan Dimudah-mudahkan.”

Disebutkan dalam beberapa hadits dengan sanad-sanad yang shahih bahwa Rasulullah bercanda dan bergurau dengan canda dan gurauan yang dibolehkan.

Sesungguhnya Rasulullah itu bercanda dan bergurau, akan tetapi beliau tidak pernah berkata melainkan mengucapkan kebenaran. Rasulullah berlomba lari, beliau juga pernah melihat orang lain yang sedang bercanda, beliau tersenyum kepada mereka dan setuju dengan mereka.

Diriwayatkan dari Simak bin Harb, ia berkata, “Aku berkata kepada Jabir bin Samurah, “Apakah engkau pernah duduk-duduk bersama Rasulullah” la menjawab, “Ya, beliau lebih sering diam. Para sahabatnya bersyair di sampingnya, mereka menyebutkan perkara-perkara dari masa Jahiliah, kemudian mereka tertawa. Rasulullah tersenyum bersama mereka
ketika mereka tertawa.”

Sebagaimana Rasulullah memberi izin kepada orang-orang
Habasyah untuk memainkan anak panah dan tombak mereka -seperti kebiasaan mereka- di dalam Masjid Nabawi yang mulia. Dan Rasulullah memberikan izin kepada Aisyah untuk melihat mereka, Rasulullah berkata,
“Mainkanlab wabai Bani Arfidab (gelar orang-orang Habasyah)

Rasulullah memperbolehkan nyanyian bagi perempuan dan memperbolehkan memukul gendang pada acara-acara tertentu dan pada  hari-hari perayaan. Di dalamnya terdapat kemudahan dan toleransi dalam Islam. Rasulullah menganjurkan agar menikahi para gadis, agar para gadis itu bersenda gurau dengan suaminya.

Rasulullah bertanya kepada Jabir bin Abdillah, “Siapa yang engkahu nikahi?” Jabir bin Abdillah menjawab, “Saya menikahi seorang janda.” Rasulullah berkata,
“Mengapa tidak gadis, engkau bersenda gurau dengannya dan ia pun bersenda gurau denganmu.

disadur dari buku Semua Ada Saatnya karangan Syaikh Mahmud Al-Mishri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top