Karena Terjerat Hutang 2 Karyawan Kelapa Sawit Tega Habisi Temannya

thumbnail

Diduga tak bisa bayar hutang seorang karayawan sawit di Seruyan, Kalimantan Tengah (Kalteng) membunuh kawan kerjanya.

Seorang yang tersangka Prihartono dan Dede Herman menghabisi Abdul Aziz sebab masalah utang piutang. Dan kasus pembunuhan berencana di Desa Pangke, Kecamatan Seruyan Tengah, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah itu akhirnya terungkap.

Di India 100 Orang Wafat Disambar Petir Saat Bekerja di Ladang

“Prihartono mengakui tejerat utang dan sepakat dengan Herman untuk menghabisi nyawa  korban dan mengambil mobilnya untuk dijual,” tegas Kapolres Seruyan, AKBP Bayu Wicaksono, Selasa (4/5/2021).

Peristiwa pembunuhan itu terjadi  pada awal April 2021 lalu di dalam kamar mess perusahaanketika si korban baru bangun tidur. Mereka memukul Si korban di bagian rusuk dan kepala dengan timbangan besi berukuran 110 kg. Kemudian ditambah dengan pukulan menggunakan kayu sampai tewas.

Setelah tewas pelaku membawa korban, membawa mayat korban ke daerah Ketapang, Kalimantan Barat dan dikuburkan dengan menggunakan mobil pikap milik korban.

Di India Umat Islam Dianiaya, Dai Kondang Dunia Dr. Zakir Naik Angkat Suara

Peristiwa itu terungkap saat milik kebun, Mardan menanyakan korban pada istri korban. Dan akhirnya mereka berdua mendatangi pondok di kebun, dimana korban dan kedua tersangka tinggal dan bekerja disana.

Saat sampai di kebun, istri korban dan Mardan terkejut karena ada darah di tempat tidur korban serta mobil pikap korban juga lenyap.

Karena ada yang janggal dengan keajdian itu maka Mardan dan istri korban langsung malaporkan hal itu pada Polsek Seruyan Tengah dan langsung diteruskan ke Polres Seruyan.

Saat Ingin Singkirkan Sarang Lebah Kakek Ini Malah disengat Balik hingga Tewas

Setelah diselidiki oleh pihak polisi hasilnya mengerucut pada dua teman kerja korban. Dan  Prihartono berhasil diamankan di Desa Penyang, Kabupaten Kotim pada, 17 April 2021. Dan  Dede Herman berhasil diringkus, 24 April 2021 di Tasikmalaya, Jawa Barat.

Dan mereka para tersangka dikenakan pasal pembunuhan berencana dan pencurian juga kekerasan Pasal 340 KUHP idana dan Pasal 338 KUHP idana Jo Pasal 55 Ayat 1 KUHP idana dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup atau selama-lamanya 20 tahun penjara.

Source: sindonews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top