Karya Ilmuan Muslim Ini Sangat Terkenal di Eropa

thumbnail

Islam telah banyak melahirkan ilmuwan yang ahli dalam bidang kodokteran, kimia, fisika, astronomi, matematika, filsafat dan lain sebagainya. Salah satunya adalah Zahrawi yang ahli dalam bidang kodokteran. Karyannya sangat bermanfaat terlebih kepada bangsa Eropa yang awalnya tenggelam dalam kebodohan kini menjadi terang menderang dengan ilmu pengetahuan.

Syekh Muhammad Said Mursi dalam bukunya yang berjudul Tokoh-Tokoh Besar Islam Sepanjang Sejarah menjelaskan bahwa nama lengkap ilmuwan kodokteran itu adalah Khalaf bin Abbas Zahrawi Al-Andalusi. Beliau kerap disapa Abu Qashim dan memiliki gelar Abu Jirahah dan lahir di di Zahra, dekat Cordova, Andalusia (sekarang Spanyol).

Terjadinya Petir; Karena Gesekan Awan dan Bumi. Ini Kata Para Ilmuan dan Al-Qur’an

Beliau dikenal sebagai dokter ahli bedah dan penemu dalam dunia kodokteran. Selain zahrawi, Islam juga melahirkan ilmuwan dalam bidang kodokteran seperti Razi dan Ibnu Sina. Dengan keahliannya Zahrawi ditunjuk sebagai dokter pribadi Khalifah Abdurrahhman ketiga dan juga anaknya Al-Hakim kedua.

Adapun karya-karyanya antara lain adalah sebuah penelitian terhadap gigi geraham yang tumbuh bukan pada tempatnya, kemudian memberi ikatan dengan emas atau perak lalu mencabutnya tanpa rasa sakit. Tak hanya itu, beliau juga mengeluarkan batu ginjal dalam tubuh pasien dengan cara mengoperasinya, menangani hamil di luar kandungan, menghentikan racun yang beredar dalam tubuh, dan penemu penyakit kanker darah (hemofiliia).

Ilmuan Muslim Berupaya Membuat Laboratorium Astronomi Terbesar

Dalam bukunya yang berjudul At-Tashrif liman Ajaza an At-Ta’lif merupakan sebuah ensiklopedia kedokteran, operasi, dan apotek. Didalamnya menjelaskan alat-alat operasi serta teori-teori pendukung. Karena dikenal sebagai ahli operasi bedah di Arab, Zahrawi menjadi tamu kehormatan di Inggris ketika beliau berkunjung kesana.

Dengan keahlian dalam bidang kodokteran yang tidak dapat diragukan lagi, buku-bukunya banyak diterjemah ke berbagai bahasa seperti bahasa Prancis, Arab dan Latin. Karya-karyana tersebut bisa dibilang mampu menerangi Eropa dan mengilhami sejumlah pengetahuan lainnya dari para ilmuwan medis generasi setelahnya.

Source: republika.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top