Mengapa Yahudi Kristen Selalu Menentang Al-Qur’an dan Menuduh Buatan Manusia?

thumbnail

Al-Qur’an merupakan kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW pada tanggal 17 Ramadhan. Namun, kalangan orang Yahudi dan Kristen menyatakan bahwa Al-Qur’an murni produk mereka. Dari pernyataan inilah muncul pertanyaan dari seseorang yang hatinya penuh dengan keraguan mengenai hal tersebut.

Dalam laman Islamweb dijawab bahwa pernyataan orang-orang Yahudi dan Kristen mengenai hal itu tidaklah benar. Dan itu tidak akan menggoyahkan hati dan memengaruhi pikiran yang luas dan sehat. Tak satupun ayat Al-Qur’an berasal dari mereka.

Sebenarnya hal ini bukanlah hal yang asing yang harus difikirkan dan diperdebatkan. Sejak dulu mereka memang sudah menentang wahyu Allah. Jadi kita tidak perlu bersusah payah dalam menanggapi hal tersebut. Adapun buktinya sudah jelas dalam Al-Qur’an:

وَلَقَدْ نَعْلَمُ أَنَّهُمْ يَقُولُونَ إِنَّمَا يُعَلِّمُهُ بَشَرٌ ۗ لِسَانُ الَّذِي يُلْحِدُونَ إِلَيْهِ أَعْجَمِيٌّ وَهَٰذَا لِسَانٌ عَرَبِيٌّ مُبِينٌ

“Dan sesungguhnya Kami mengetahui bahwa mereka berkata, “Sesungguhnya Alquran itu hanya diajarkan seorang manusia kepadanya (Muhammad)”. Bahasa orang yang mereka tuduhkan (bahwa Muhammad belajar) kepadanya adalah bahasa ajam, padahal ini (Alquran) adalah dalam bahasa Arab yang jelas.” (QS An Nahl 103).

Dari pertentangan tersebut, Allah menentang mereka untuk membuat sepuluh atau satu surat yang sama dengan Al-Qur’an. Namun kenyataannya mereka tidak mampu untuk membuatnya. Hal ini menunjukkan bahwa klaim Al-Qur’an berasal dari mereka tidaklah benar.

Adapun orang-orang musyrik Makkah menuduh Rasulullah SAW bahwa Al-Qur’an merupakan suatu doktrin kepadanya dari seorang laki-laki asing, bukan bangsa Arab, yang selalu mengajarkan kitab-kitab lama di tengah-tengah mereka. Firman Allah dalam Al-Qur’an:

وَكَذَٰلِكَ أَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ ۚ فَالَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يُؤْمِنُونَ بِهِ ۖ وَمِنْ هَٰؤُلَاءِ مَنْ يُؤْمِنُ بِهِ ۚ وَمَا يَجْحَدُ بِآيَاتِنَا إِلَّا الْكَافِرُونَ
وَمَا كُنْتَ تَتْلُو مِنْ قَبْلِهِ مِنْ كِتَابٍ وَلَا تَخُطُّهُ بِيَمِينِكَ ۖ إِذًا لَارْتَابَ الْمُبْطِلُونَ
بَلْ هُوَ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ فِي صُدُورِ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ ۚ وَمَا يَجْحَدُ بِآيَاتِنَا إِلَّا الظَّالِمُونَ

“Dan demikian (pulalah) Kami turunkan kepadamu Kitab (Alquran) maka orang-orang yang telah Kami berikan kepada mereka Al-Kitab (Taurat dan Injil) mereka beriman kepadanya (Alquran); dan di antara mereka (orang-orang kafir Mekah) ada yang beriman kepadanya. Dan tidak adalah yang mengingkari ayat-ayat Kami selain orang-orang kafir.

Dan kamu (Muhammad) tidak pernah membaca sebelumnya (Alquran) sesuatu kitab pun dan kamu tidak (pernah) menulis suatu kitab dengan tangan kananmu; andaikata (kamu pernah membaca dan menulis), benar¬ benar ragulah orang yang mengingkari(mu).

Sebenarnya Alquran itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim.” (QS Al Ankabut ayat 47-49).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top