Sebuah Uji Coba Membuktikan Bahwa Berbohong Memforsir Kerja Otak Lebih Ekstra Ketimbang Jujur

thumbnail

islamasyik.com

“Islam Itu Asyik Tapi Jangan Diusik.
Islam Itu Ramah Tapi Tidak Lemah.
Islam Itu Mudah Tapi Jangan Dimudah-mudahkan.”

Sebuah uji coba terbaru terhadap otak dengan menggunakan
perangkat fMRI menunjukkan bahwa ketika manusia berbohong
maka otaknya bekerja ekstra dan itu membutuhkan lebih banyak energi. Ini berarti bahwa berkata jujur dapat menghemat energ dan kerja otak.

Bahkan, para ilmuwan sekarang berbicara mengenai realitas
baru bahwa otak pada dasarnya dirancang untuk kejujuran atau
dalam bahasa mereka dikatakan truthful is the brain’s “default” mode kejujuran adalah kondisi semula otak atau Sementara itu, mudah bagi para penjahat profesional untuk mengelabui perangkat pendeteksi kebohongan. Oleh karena itu, para ilmuwan saat ini sedang mencoba untuk menelusuri langsung
ke sumbernya, yaitu otak. Mereka menggunakan perangkat fMRI scanner untuk mendeteksi kebohongan para pernjahat. Para ilmuwan mengonfirmasi bahwa metode ini memberikan hasil yang sangat akurat. Seberapa terampil manusia itu berbohong, ia tidak akan mampu mengendalikan area ketika sedang berbohong depan otaknya yang beraktivitas ekstra.

Dengan mengamati adanya beberapa area yang aktif selama
berbohong, para ilmuwan percaya bahwa area di otak yang bertanggung jawab atas kebohongan adalah area yang paling aktif selama proses berbohong. Sebagaimana yang telah kita lihat, maka jelaslah bahwa area depan otak adalah bagian yang paling aktif dan bagian itu pula yang bertanggung jawab atas kebohongan di dalam otak manusia.

disadur dari buku Rahasia Medis dalam Al-Qur’an dan Hadits Operasi Tanpa Luka karangan Abdel Daem Al-Kaheel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top