Ternyata Hajar Aswad Pernah Pecah Menjadi 8 Keping

thumbnail

Hajar aswad merupakana batu yang berasal dari surge. Adapun yang menemukan pertamakali adalah Nabi Ismail dan yang meletakkannya adalah Nabi Ibrahim. Batu tersebut memiliki wangi yang harum semenjak awal keberadaannya.
Dahulu, batu yag berasal dari surga itu pernah hilang dan jatuh sehingga terpecah menjadi delapan keping. Dalam buku Ensiklopedi Haji dan Umrah karya KH Ahmad Chodri Romli dijelaskan, “Kepingan Hajar Aswad dirangkai kembali dan diberi lingkaran perak upaya mengamankannya.”

KH Ahmad mengatakan bahwa Ibnu Zubair merupakan orang pertama kali yang memberi sabuk lingkaran pada Hajar Aswad. Lalu dilanjutkan oleh penerusnya seperti pada tahun 1375H/1955M. Pada masa pemerintahan raja Saud bin Abdul Aziz lingkaran perak tersebut diganti denga perak yang baru.

Pengakuan Orang Barat Tentang Jitunya Strategi Hijrahnya Nabi Ke Madiah Mampu Mengubah Padang Pasir

“Sedangkan pada masa Raja Fahd bin Abdul Aziz, direnovasi pada tahun 1422 Hijriyah dan bentuknya seperti yang kita ketahui sekarang,” jelasnya.
Dalam buku “Magnet Umrah” karya Mind Muhammad dijelaskan bahwa Hajar Aswad mengalami beberapa peristiwa. Pertama, Nabi Ibrahim meletakkan Hajar Aswad di Ka’bah antara tahun 1859-1820 SM.

Kedua, M Amir bin harits bin Madhah al-Jurhum mengambilnya lalu dimasukkan ke dalam sumur zam-zam pada tahun 400 M. Pada tahun yang sama kakek kelima Nabi Muhammad, Qushay bin Kilab meletakkannya kembali ke Ka’bah. Ketiga, terjadi banjir yang merusak Ka’bah, dan pada tahun 180 H Abdullah bin Zubair memberi lingkaran Dita perak di sekeliling Hajar Aswad.
Keempat, pada tanggal 7 Dzulhijjah 317 H Abu Tahir mencopot Hajad Aswad dan dikembalikan lagi pada tahun 10 Dzulhijah. Kelima, pada tahun 363 H seorang laki-laki dari Romawi memukulnya namun tidak berhasil mencurinya. Keenam, pada tahun 413 H Hajar Aswad dipecahkan oleh seoarang laki-laki dari Bani Fatimiyah.

Inilah Hadits Nabi yang Belum Sempat Dibukukan Hanya Ditulis Saja

Ketujuh, laki-laki asing memukulnya pada tahun 990 H. Kedelapan, pada tahun 1268 lingkaran perak Hajar Aswad diganti dengan lingkaran emas oleh Sultan Abdul Madjid. Kesembilan, pada tahun 1293 lingkaran emas tersebut diganti kembali dengan lingkaran perak oleh Sultan Abdul Aziz. Kesepuluh, pada bulan Muharram 1351 Richard Burton lelaki asal Afganistan mencungkil pecahan Hajar Aswad dan mencuri potongan kain kiswah Ka’bah namun akhirnya ia memeluk Islam.

Kesebelas, Abdul Aziz bin Abdul Rahman As Saud merekatkan kembali pecahan Hajar Aswad dan memberinya lingkaran perak di sekelilingnya pada tanggal 28 Rabiul Akhir 1351 Hijriah.

Source; republika.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top